Saturday, June 24, 2017

Demi Bisa Hamil, Wanita Ini Rela Perutnya Dimasuki 500 Lintah

Nina Evans


Tak lengkap rasanya apabila pernikahan tidak dihiasi dengan keberadaan anak. Maka dari itu setiap pasangan berharap segera dikaruniai keturunan.

Sayangnya terkadang nasib berkata lain. Ada yang langsung diberi momongan, ada yang harus menunggu beberapa tahun, bahkan ada pula yang tidak bisa mendapat keturunan.

Rasa ingin segera hamil itu juga tengah dialami wanita bernama Nina Evans. Namun nasibnya sedang tidak bagus.

Hingga usia 40 tahun, Nina tak kunjung hamil karena ia mengidap tumor jinak yang menempel pada dinding rahimnya.

Untuk dapat menyembuhkan tumor tersebut, sebenarnya Nina dapat melakukan operasi pengangkatan rahim.

Namun cara ini menyebabkan dirinya tak akan bisa hamil selamanya.

Daripada harus mandul, Nina lebih memilih jalan terapi menggunakan bantuan lintah.

Meski cukup ekstrem, tetapi terapi ini cukup berguna untuk menghentikan mioma yang tumbuh pada jaringan oto di sekitar dinding rahimnya.

“Saya memilih terapi lintah karena saya terlahir di Lithuania, di sana banyak orang yang melakukan terapi lintah untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujar Nina.

Saking besarnya harapan Nina untuk segera sembuh dan memiliki anak, ia rela perutnya dimasuki sekitar 500 ekor lintah.

Hewan berlendir itu akan menghisap darah dan menyembuhkan tumor yang diidap wanita yang sekarang berusia 50 tahun tersebut.

Benar saja, setelah melakukan terapi lintah selama 8 bulan Nina akhirnya bisa hamil.

Wanita ini berhasil mewujudkan impiannya untuk bisa hamil saat usianya sudah memasuki 45 tahun.

Namun ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, anak adalah karunia yang sangat berharga yang layak untuk diperjuangkan betapapun beratnya.


***********

Resmi Tersangka, HT Dicekal. Ambisi Terjegal?

Hary Tanoesudibjo


Pihak Mabes Polri menyatakan surat pemberitahuan status tersangka kasus dugaan SMS ancaman sudah dikirim ke Hary Tanoesoedibjo. Hary Tanoe dilaporkan jaksa Yulianto karena SMS yang dikirim saat Yulianto menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8.

"Surat pemberitahuan status yang bersangkutan juga sudah diberikan kepada HT sendiri, kepada pelapor, dan kepada jaksa sesuai putusan MK yaitu dalam 7x24 jam kalau sudah ada penetapan tersangka pihak-pihak seperti pelapor, jaksa dan tersangka harus diberitahu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Jumat, 23-Juni 2.017.

Penetapan tersangka Hary Tanoe berdasarkan hasil gelar perkara tanggal 14 Juni. Keesokan harinya, pada 15 Juni dikirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Hary Tanoe.

Di situ tertera, status HT sebagai tersangka pelanggaran Pasal 29 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Ia dilaporkan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu. Dalam kasus ini, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Hary Tanoe dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka pada hari Selasa, 4-Juli 2.017.

Setelah penetapan tersangka, maka CEO MNC Group ini pun dicegah bepergian ke luar negeri, alias dicekal untuk 20 hari ke depan. Hal itu ditegaskan oleh Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno, Jumat, 23 Juni malam.

Dengan dijadikannya tersangka, maka hampir bisa dipastikan, ambisi Ketua Umum Perindo di panggung politik negeri ini bakal tertatih-tatih, kalau tidak dikatakan terjegal dan terjungkal.

Sejak terjun ke dunia politik tahun 2011, Hary adalah politikus kutu loncat. Setelah bergabung dengan partai Nasdem Oktober 2011, ia mudur dari Partai besutan Surya Paloh itu dengan alasan perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai.

Lalu Hary Tanoesoedibjo pun resmi bergabung dengan Partai Hanura tanggal 17 Februari 2013. Dengan gencar ia pun segera berkampanye di media sebagai pasangan duet dengan Wiranto, menyongsong pilpres 2014, Win-HT.

Merasa belum mendapatkan kendaraan politik yang ideal, Hary mendirikan Partai baru, Partai Persatua Indonesia (Perindo) pada 7-Februari 2013.

Ambisi Hary untuk jadi pimpinan negeri ini nampak jelas dari salah satu kalimat sms yang ditujukan kepada Jaksa Yulianto.
"Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Namun sayang, tak pernah terbersit dalam benaknya jika dari sms itulah perjalanan politik yang sudah dirintisnya bertahun-tahun harus terjegal.

Kini Hary harus berhadapan dengan proses hukum, dan tidak bisa berkelit lagi. Suka tidak suka, ini yang harus dihadapi, dan ambisi untuk jadi pimpinan negeri ini, lebih simpan dulu sebagai mimpi...

***

Gajah Mada Beragama Islam? Ini Fakta Sejarahnya!

Ilustrasi Gajah Mada


Beberapa hari terakhir, media sosial tengah hiruk pikuk lagi dengan kabar kontroversial mengenai Gajah Mada dan Majapahit. Bahwa Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan. Itu tertulis dalam buku "Fakta Mengejutkan: Majapahit Kerajaan Islam" karya Herman Sinung Janutama.

Ditambah lagi dengan tulisan Arif Barata di situs portal-islam.id. "Meluruskan Sejarah: Kesultanan Islam Majapahit dan Patih Muslim Gaj Ahmada (Gajah Mada).

Bahwa ada segelintir kaum muslim di lingkungan Majapahit, sejumlah makam di Trowulan membuktikan. Tapi raja dan para pejabat kerajaan sama sekali tak pernah disebut memeluk Islam.

Reaksi atas tulisan itu beragam terapi umumnya mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir sebenarnya juga tak bisa menunjukkan dasar argumennya.

Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22/6/2017), arkeolog menuturkan bahwa jika tak memahami sejarah dan arkeologi, sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah tentang Majapahit.

Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar, mengatakan, artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan.

DR. Hasan Djafar



Di Makam Troloyo, ada 100-an nisan dengan hiasan tulisan Arab. Nisan itu berasal dari masa 1203 - 1533 Masehi. Artinya, ada sejumlah nisan yang berasal dari masa sebelum berdirinya Majapahit pada 1292. Ini berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa Islam baru muncul pada akhir kerajaan itu.

Eksistensi Islam sebelum Majapahit didukung oleh sejumlah catatan. "Ada yang menyebutkan, tahun 1082, sudah ada masyarakat Islam di Gresik," kata Hasan.

Meski ada artefak berbau Islam, arkeolog tetap berkeyakinan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Samudera Pasai, bukan Majapahit. Koin dengan tulisan Arab, nisan dengan
Nisan Bertuliskan Kalimat Syahadat
kalimat syahadat tidak cukup menjadi bukti keislaman kerajaan yang berpusat di Trowulan itu.

"Majapahit tetap bercorak Hindu-Buddha, tecermin dalam peraturan perundang-undangan dan sistem teologinya. Saya tidak melihat benih-benih Islam sedikit pun," tegas Djafar.

Arkeolog dan penulis buku "Catuspatha: Arkeologi Majapahit", Agus Aris Munandar, mengungkapkan, keyakinan bahwa Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha didasarkan pada sumber-sumber arkeologi yang sebenarnya punya peringkat tersendiri.


Catuspatha


"Sumber peringkat pertama atau yang paling bisa dipercaya adalah prasasti yang sezaman. Lalu prasasti yang terkait dengan prasasti sezaman itu," katanya.

Sumber pada peringkat berikutnya adalah data arkeologis berupa monumen, fitur, dan artefak bergerak. Karya sastra yang sezaman dan yang lebih muda berada pada peringkat yang lebih rendah. Hal lain yang bisa jadi sumber arkeologi adalah berita asing, legenda, mitos, dongeng, dan pendapat para ahli.

"Kalau ada artefak koin dengan tulisan Arab, itu tidak bisa langsung menghapus kekuatan sumber prasasti lalu dijadikan dasar
Koin Majapahit
mengatakan Majapahit kerajaan Islam," ungkapnya.



Lebih lanjut, Agus menerangkan, identitas agama Gajah Mada dan Majapahit bisa dilihat dari prasasti dan hingga sistem pemerintahan. Gelar raja, misalnya, sudah bisa menjadi bukti bahwa Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha.

"Raden Wijaya bergelar Krtarajasa Djayawarddhana Anantawikramotunggadewa. Djayawardhana itu sudah jelas Hindu karena artinya keturunan Dewa Wisnu yang bertahta," jelas Agus.

Identitas agama Majapahit juga bisa dilihat dari konsep dewaraja. Setiap raja di Majapahit memiliki dewa pujaan pribadi. Saat raja itu meninggal, dia diyakini akan bersatu dengan dewanya. Candi yang dibuat pasca meninggalnya raja itu akan dihiasi oleh figur sang raja yang digambarkan sebagai dewa pujaannya.

"Contoh, Tribhuanottunggadewi itu memuja Dewi Parwati, maka setelah meninggal diwujudkan sebagai dewa itu," kata Agus.

"Nama pejabat tinggi dalam Majapahit juga menunjukkan corak Hindu dan Buddha. Misalnya, ada Dharmmadyaksa ring Kasaiwan dan Dharmmadyaksa ring Kasogatan. Kasogataan artinya Kebuddhaan. Tidak ada Dharmmadyaksa ring Muslimah atau lainnya," imbuh Agus.

Bukti lain ialah penataan kota Majapahit yang memperhatikan letak gunung yang dipercaya sebagai tempat suci dan corak prasasti.

 


Surya Majapahit
Soal surya Majapahit yang diklaim menjadi bukti keislaman kerajaan itu, Agus menuturkan bahwa delapan sinar yang ada pada lambang itu sebenarnya adalah tanda arah mata angin. Dalam kepercayaan Majapahit, tiap arah angin punya dewanya sendiri.

Sinar Majapahit menjadi ciri khas candi-candi peninggalan Majapahit di mana corak itu dijumpai pada batu sungkupnya.

Agama Gajah Mada sendiri dipercaya adalah Buddha. Bukti penguatnya adalah catatan kitab Negarakertagama yang menyebut bahwa setelah pensiun, dia dianugerahi tanah Kebuddhaan yang bernama Madakarupira. Lokasi tanah itu berada di selatan Pasuruan.

Menurut Agus, untuk menafsirkan identitas agama suatu kerajaan, peringkat sumber-sumber arkeologis perlu diperhatikan. "Penulis (Kasultanan Majapahit) kemungkinan tidak mengerti pemeringkatan itu," katanya.





***