Monday, July 10, 2017

Laporkan Kaesang Ke Polisi, Hidayat Melempar Bola Api, Terhantam Muka Sendiri




    Ibarat bermain lempar bola api, lemparan Hidayat terbilang sukses untuk membuat dirinya tenar mendadak berkat aksinya melaporkan Kaesang Pangarep, putra presiden Jokowi, pada Minggu, 2 Juli lalu atas ujaran kebencian (hate speech) karena ucapan "ndeso" dalam video yang diunggah ke akun Youtube. 

     Publik sempat dibuat memanas dengan ragam kontroversi. Wajar saja, yang yang disasar adalah anak dari orang nomor satu di negeri ini, yang segala tindak tanduknya selalu disorot oleh publik dan tak henti dibidik oleh lawan-lawan politik. 

    Jika kesulitan untuk membidik musuh karena terlalu pintar berkelit, maka bidiklah orang-orang terdekatnya, khususnya keluarganya. Sejumlah politisi pun ngebet memita polisi untuk memproses laporan tersebut. 

    Tapi lemparan bola api Hidayat yag sepenuhnya mengenai sasaran, alias meleset. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki memastikan, Presiden Jokowi tidak melakukan intervensi hukum terkait adanya laporan terhadap putra bungsunya Kaesang Pangarep. 

     “Itu wilayah kepolisian kalau memang tidak ada unsur pidananya berarti tidak diteruskan. Tapi saya kira tidak ada intervensi dari Presiden, Presiden sedang sibuk,” kata Teten.

     Sementara itu, Polri sendiri telah memberi sinyal pelaporan itu tidak akan diproses. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menyebut penyetopan pelaporan itu sudah sesuai dengan mekanisme. 

     Wakapolri Komjen Syafruddin pun telah memberikan pernyataan bahwa pelaporan Hidayat itu tidak memenuhi unsur pidana sehingga tidak diproses. Polres Metro Bekasi Kota sendiri saat ini tengah melakukan gelar perkara kedua terkait dengan laporan tersebut. 

     Dan sial bagi Hidayat, bola api yang telah sukses dilemparkannya kini justru berbalik menghantam mukanya sendiri. Fakta terbaru dari orang ini pun terungkap. Ternyata laporan yang dibuat ini bukan pertama kalinya. 

    Tercatat orang ini sudah 60 kali membuat laporan ke polisi. Untuk apa? Awalnya sih katanya untuk membantu menegakkan hukum. Ternyata ini hanyalah topeng. 

    Itulah mengapa laporan tersebut banyak menyasar para pejabat, khususnya yang berada di Bekasi, karena diduga itu dilakukan untuk melakukan pemerasan. 

   Setelah melaporkan, Hidayat mendatangi pejabat tersebut. “Riwayatnya ini udah 60. Dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi, nanti didatangi, bahwa ‘ini saya sudah laporan loh’,” kata Setyo Wasisto, Kadis Humas Mabes Polri. 

    Setyo menjelaskan bahwa Hidayat akan kembali menjalani proses hukum dalam kasus ujaran kebencian  terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang membuatnya jadi tersangka. 

     Dia sebenarnya pernah ditahan tapi ditangguhkan dengan alasan kemanusiaan. “Ditangguhkan karena kemanusiaan, dia sudah tua. Harusnya dia masih ditahan ini. Ini makanya mau diproses lanjut. Dia di luar malah bikin resah seperti itu,” imbuh Setyo.

     Lalu, bagaimanakah nasib Muhammad Hidayat selanjutnya? Kita tunggu saja...

*****

No comments:

Post a Comment