Monday, July 10, 2017

Deddy Corbuzier: Kaesang Itu Ndak Pantes Jadi Anak Presiden




     Karena video unggahannya di Youtube, Kaesang Pangarep, putera bungsu Presiden Jokowi menjadi bahan perbincangan yang masih hangat dalam beberapa hari terakhir.

     Kasus yang mencuat setelah Kaesang dilaporkan ke polisi oleh Muhammad Hidayat ini tak urung memancing pro kontra, opini dan reaksi publik.

     Presenter berkepala plontos Deddy Corbuzier tak ketinggalan turut bereaksi dengan berkomentar dalam video berjudul,"Kaesang, Itu Ndak Pantes Jadi Anak Presiden”. 

    Dalam video yang diunggah di laman YouTube-nya, Deddy mengatakan, Kaesang tidak pantas menjadi anak presiden. Menurut Deddy, dirinya yang pantas menjadi anak presiden. Deddy berandai-andai jika menjadi anak presiden, tentu dia akan meminta saham dan proyek.

     “Saya akan minta saham dari orangtua saya di perusahaan saya. Saya akan minta proyek pembangunan jalan misalnya, saya akan minta proyek pembangunan sekolah,” katanya. “Dan kalau saya yang jadi anak presiden saya akan korupsi. Bayangkan akan sekaya apa saya nanti?” ujarnya lagi.

   Statement Deddy ini mengungkit kembali video yang diunggah oleh Kaesang yang mengungkit soal bapak minta proyek. Dan tidak lupa Deddy juga menjelaskan kata ‘Ndeso’ yang menjadi permasalahan dan dijadikan alasan Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang ke polisi.

  Banyak orang, setuju bahwa mempermasalahkan apalagi melaporkan orang karena kata ‘Ndeso’ adalah sesuatu yang konyol, atau mengada-ada seperti diungkapkan oleh pihak kepolisian saat memutuskan untuk menghentikan kasus ini. 

    Kalau kata ini dianggap ujaran kebencian, bagaimana pula dengan kata-kata lain yang jauh lebih kasar dan keras seperti yang dikoar-koarkan kelompok sumbu pendek, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Lalu bagaimana pendapat Deddy mengenai kata ini?



    “Ndeso itu artinya kampungan bukan orang kampung,” kata Deddy. “Kampungan itu berbeda dengan orang kampung. Orang kampung adalah orang yang tinggal di kampung, sedangkan kampungan adalah sifat. Orang kota bisa kampungan, tapi orang kampung belum tentu kampungan.”

    Jadi sudah jelas ya, dan dapat disimpulkan, Ndeso bukan ujaran kebencian. Ada yang mengatakan ini candaan atau apa pun selain ujaran kebencian. Tuh buktinya Mas Tukul saja sudah tak terhitung lagi mengucapkan kata pamungkas ini di acara Talk Show-nya.

   Deddy kemudian menegaskan lagi bahwa Kaesang tak pantas menjadi anak presiden karena terlalu ‘lurus’.
“Kamu kok jadi anak presiden baik-baik gitu. Kamu kok jadi anak presiden lurus-lurus jualan martabak. Ya anak presiden yang lurus banyak, nggak cuma kamu. Tapi kalau saya nggak akan gitu,” ujar Deddy.

   Deddy menyindir Kaesang tapi dalam bentuk sarkas yang sebenarnya menyentil orang lain seperti dalam video Kaesang. Penjelasannya mengenai ndeso yang merupakan sifat kampungan sangat bagus dan mengena, sekaligus membuat beberapa orang kejang-kejang. 

     Video Deddy ini, seakan menyadarkan kita bahwa banyak sekali kelompok sakit hati yang mau melakukan apa pun, termasuk yang konyol sekali pun untuk menjegal siapa pun yang tidak disukainya. Bagaimana tidak, sang pelapor ternyata diketahui seorang tersangka ujaran kebencian juga. Tidak hanya sampai di situ, pelapor juga telah 60 kali membuat laporan ke polisi, diduga untuk melakukan pemerasan. Memang ini sekilas tidak terkait dengan politik.

    Bagaimana kalau ada yang memanfaatkan ini untuk kepentingan politis? Ini jauh lebih berabe. Sudah kita lihat beberapa waktu lalu, di mana kepentingan politik membuat negara ini kacau. Demi ambisi dan kehausan di dunia politik, sebagian kelompok melakukan apa pun, memanfaatkan apa pun serta menggunakan sesuatu yang tidak semestinya demi memuaskan dahaganya.

   Salut buat Kaesang. Bagi yang melaporkan dan bagi yang mempermasalahkan kata ‘Ndeso’ yang diucapkannya.
*****

No comments:

Post a Comment