Sunday, June 11, 2017

Temuan Terbaru Atmosfer di Planet Mirip Bumi




 

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Astronomical Journal pada April 2017 mengungkap bahwa para ilmuwan mendeteksi keberadaan atmosfer di sekitar planet yang menyerupai Bumi.

Mereka meneliti sebuah planet yang dikenal dengan nama Gliese-1132b, atau sering disingkat menjadi GJ-1132b. GJ-1132b adalah planet ekstra tatasurya yang mengorbit pada bintang kerdil merah yang berukuran jauh lebih kecil, lebih dingin dan lebih redup dari Matahari. GJ-1132b ditemukan pada tahun 2015 oleh Array M Earth-South di Chile.

Berukuran 20% lebih besar dari pada Bumi dan massa 1 koma 6 kali dari Bumi, menyiratkan bahwa planet ini memiliki komposisi berbatu seperti di Bumi. Gliese-1132b mengorbit bintangnya setiap 1,6 hari pada jarak 1,4 juta mil. GJ-1132b berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi dan berada di konstelasi Vela.

Planet ini menerima radiasi bintang 19 kali lebih banyak dari Bumi. Suhu di atas atmosfernya diperkirakan 500 ° F atau (260 °C). Planet ini diperkirakan lebih panas dari Venus, karena suhu yang lebih tinggi dapat terjadi di dekat permukaan. 




Ada kemungkinan satu sisi planet ini lebih sejuk, karena diperkirakan terkunci secara kebetulan karena kedekatannya dengan bintangnya; Namun, dalam kebanyakan keadaan di mana atmosfir tebal, ia bisa mentransfer panas ke sisi yang jauh.

Pengamatan terhadap planet GJ-1132b ini menunjukkan bahwa planet yang disebut "super-Earth" tersebut memiliki atmosfer tebal yang mengandung dua unsur yaitu, uap atau metana, atau campuran keduanya. Salah satu kemungkinannya itu adalah 'planet air' dengan atmosfer yang terdiri dari uap panas. Penemuan atmosfer serta penggolongan planet ini merupakan kemajuan penting dalam mencari kehidupan lain yang ada di luar Tata Surya.

Tapi sepertinya dunia baru ini mustahil dihuni mengingat panas permukaannya mencapai sekitar 370 °C. Dr John Southworth, peneliti utama dari Universitas Keele, mengatakan: "Setahu saya makhluk hidup di Bumi mampu bertahan hidup dengan suhu terpanas 120 °C dan itu jauh lebih dingin dari planet ini."

Meskipun begitu, penemuan atmosfir ini mendorong para peneliti untuk mencari lebih jauh tentang adanya kehidupan di luar planet Bumi. Temuan itu mengindikasikan bahwa atmosfer bisa dijumpai di planet-planet yang dikelilingi bintang-bintang dengan massa rendah. Dan karena begitu banyaknya planet di alam semesta, diperkirakan ada setidaknya satu planet yang bisa dihuni.

Dengan menggunakan teleskop di European Southern Observatory di Chile, para ilmuwan mampu meneliti planet tersebut dengan mengamati bagaimana planet itu terhalang cahaya bintang yang melintas di depannya. 


Tapi molekul yang berbeda dalam atmosfer planet ini, jika atmosfernya memang ada, menyerap cahaya dengan cara yang berbeda, memungkinkan para ilmuwan untuk mencari unsur kimia saat planet itu melewati bintang.

Marek Kukula, astronom publik di Royal Observatory Greenwich mengomentari penelitian ini dan mengatakan bahwa studi tersebut merupakan konsep dengan bukti yang cermat. Jika teknologi bisa mendeteksi atmosfer, maka itu menjadi pertanda baik karena mampu mendeteksi dan mempelajari berbagai atmosfer planet bahkan planet yang mirip dengan Bumi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
***********






No comments:

Post a Comment