Saturday, June 24, 2017

Resmi Tersangka, HT Dicekal. Ambisi Terjegal?

Hary Tanoesudibjo


Pihak Mabes Polri menyatakan surat pemberitahuan status tersangka kasus dugaan SMS ancaman sudah dikirim ke Hary Tanoesoedibjo. Hary Tanoe dilaporkan jaksa Yulianto karena SMS yang dikirim saat Yulianto menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8.

"Surat pemberitahuan status yang bersangkutan juga sudah diberikan kepada HT sendiri, kepada pelapor, dan kepada jaksa sesuai putusan MK yaitu dalam 7x24 jam kalau sudah ada penetapan tersangka pihak-pihak seperti pelapor, jaksa dan tersangka harus diberitahu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Jumat, 23-Juni 2.017.

Penetapan tersangka Hary Tanoe berdasarkan hasil gelar perkara tanggal 14 Juni. Keesokan harinya, pada 15 Juni dikirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Hary Tanoe.

Di situ tertera, status HT sebagai tersangka pelanggaran Pasal 29 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Ia dilaporkan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu. Dalam kasus ini, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Hary Tanoe dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka pada hari Selasa, 4-Juli 2.017.

Setelah penetapan tersangka, maka CEO MNC Group ini pun dicegah bepergian ke luar negeri, alias dicekal untuk 20 hari ke depan. Hal itu ditegaskan oleh Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno, Jumat, 23 Juni malam.

Dengan dijadikannya tersangka, maka hampir bisa dipastikan, ambisi Ketua Umum Perindo di panggung politik negeri ini bakal tertatih-tatih, kalau tidak dikatakan terjegal dan terjungkal.

Sejak terjun ke dunia politik tahun 2011, Hary adalah politikus kutu loncat. Setelah bergabung dengan partai Nasdem Oktober 2011, ia mudur dari Partai besutan Surya Paloh itu dengan alasan perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai.

Lalu Hary Tanoesoedibjo pun resmi bergabung dengan Partai Hanura tanggal 17 Februari 2013. Dengan gencar ia pun segera berkampanye di media sebagai pasangan duet dengan Wiranto, menyongsong pilpres 2014, Win-HT.

Merasa belum mendapatkan kendaraan politik yang ideal, Hary mendirikan Partai baru, Partai Persatua Indonesia (Perindo) pada 7-Februari 2013.

Ambisi Hary untuk jadi pimpinan negeri ini nampak jelas dari salah satu kalimat sms yang ditujukan kepada Jaksa Yulianto.
"Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Namun sayang, tak pernah terbersit dalam benaknya jika dari sms itulah perjalanan politik yang sudah dirintisnya bertahun-tahun harus terjegal.

Kini Hary harus berhadapan dengan proses hukum, dan tidak bisa berkelit lagi. Suka tidak suka, ini yang harus dihadapi, dan ambisi untuk jadi pimpinan negeri ini, lebih simpan dulu sebagai mimpi...

***

No comments:

Post a Comment