Sunday, June 11, 2017

Inilah 10 Kasus Hukum Yang Siap Menjerat Rizieq Shihab



Mulutmu, harimaumu!
Sepak terjang Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sepertinya bakal terjegal. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh kecerobohan sang habib sendiri dengan mengabaikan arti penting menjaga lisan. Akibat dari lisannya yang tak terkendali, kini Rizieq harus siap menanggung konsekuensinya.

Rizieq Shihab memang tengah hangat diperbincangkan berbagai media akhir-akhir ini, khususnya terkait dengan kasus hukum chat porno yang tengah menjeratnya. Publik sedang menanti-nantikan kepulangannya dari Arab Saudi setelah beliau ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Mei lalu.

Dan siapa sangka, bukan hanya kasus ini saja yang tengah dihadapi oleh Rizieq. Selain chat porno dengan Firza Husein, ternyata ada banyak kasus lain sebelumnya yang datang beruntun sejak Oktober 2016, dan sebagian besarnya bersumber dari ucapan beliau.

Termasuk di dalamnya kasus chat porno, setidaknya ada 10 kasus hukum yang siap menjerat Rizieq Shihab. Berikut ini kronologinya:


1-Dugaan Penghinaan Pancasila.

27 Oktober 2016, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Polda Jawa Barat karena dianggap menghina Pancasila, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP. Dalam kasus ini, pada 30 Januari 2017, Rizieq Shihab resmi ditetapkan sebagai tersangka.

2-Dugaan Pelecehan Umat Kristiani

26 Desember 2016, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya terkait dengan ceramah Imam Besar FPI itu dalam situs YouTube yang dianggap melecehkan umat Kristen.
Rizieq dituduh melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

27 Desember 2016, Student Peace Institute melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa SARA sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

30 Desember 2016, Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama) juga melaporkan Rizieq atas kasus yang sama. Ucapan Rizieq dinilai memecah-belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, memecah-belah umat Islam, serta menimbulkan rasa benci terhadap sesama.

3. Provokasi Terhadap Pemuka Agama Kristen

26 Januari 2017, Max Evert Ibrahim Tangkudu melaporkan atas kasus dugaan provokasi melalui media sosial terhadap pemuka agama Kristen ke  Bareskrim Polri. Max telah berkoordinasi dengan sesama pendeta di Sulawesi Utara sebelum melaporkan Rizieq.

Rizieq dianggap menyebarkan ujaran kebencian atas ucapannya dalam video yang diunggah di Youtube sejak Maret 2016. Dalam video tersebut, ada pernyataan Rizieq berisi kata-kata ancaman akan membunuh pendeta. Hal tersebut dianggap meresahkan para pemuka agama Kristen.

4-Penghasutan Gambar Palu Arit di Uang Kertas Baru

8 Januari 2017, Jaringan Intelektual Muda Anti fitnah melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya atas dugaan meyebarkan berita bohong dan kebencian bermuatan SARA tentang uang kertas baru berlogo palu arit. Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

10 Januari 2017, Solidaritas Merah Putih (Solmet) juga melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya. Menurut Solmet, warga negara Indonesia merasa tersinggung karena tidak terima dengan pernyataan Rizieq ihwal logo palu-arit dalam lembaran uang rupiah baru.

5-Menghina Profesi Hansip

17 Januari 2017, Eddy Soetono yang merupakan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), yang dulu dikenal sebagai Pertahanan Sipil (Hansip), melaporkan Rizieq Shiahab ke Polda Metro Jaya atas dugaan menebar kebencian berbau SARA melalui media elektronik.

Pelaporan itu terkait dengan isi ceramah Rizieq dalam sebuah video yang diunggah di Youtube yang berbunyi "Pangkat jenderal otak Hansip."

Dalam laporan itu, Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

6. Dugaan Penistaan Agama

16 Januari 2017, Rizieq dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh warga bernama Khoe Yanti Kusmiran. Khoe mempermasalahkan kalimat Rizieq dalam ceramahnya yang disebut berlangsung di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016.

"Saya dilukai dengan pernyataan beliau yang di YouTube itu. Beliau menyatakan bahwa Tuhan Yesus itu lahir bidannya siapa. Kan kami juga terluka," ujar Khoe di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/1/2017).


7-Dugaan Pelecehan Budaya Sunda

25 Januari 2017, Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, menyampaikan ada yang melaporkan pemimpin FPI, Rizieq Shihab, mengenai ucapan bahasa Sunda sampurasun yang diplesetkan menjadi "campur racun".
Pelapornya adalah Angkatan Muda Siliwangi pada 24 November 2015.

8-Sangkaan Penguasaan Tanah Ilegal di Megamendung, Bogor.

25 Januari 2017, Anton juga menyebutkan bahwa Rizieq Syihab diduga terkait dengan penyerobotan dan pemilikan tanah negara tanpa hak. Tanah yang dimaksud, yaitu lahan Perhutani di Megamendung, Bogor, dekat rumah Rizieq.

9-Kasus Chat Pornografi
30 Januari 2017, Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan penyebaran konten berbau pornografi yang diduga Rizieq Shihab dan Firza Husein ke Polda Metro Jaya. Pada 29 Mei 2017, Rizieq resmi ditetapkan sebagai tersangka. Rizieq dijerat dengan pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


10-Dugaan Penghinaan Umat Hindu di Bali

8 Juni 2017, Kelompok masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Yayasan Sandhi Murti (YSM) melaporkan Rizieq ke Polda Bali atas dugaan provokasi dan ujaran kebencian terhadap agama Hindu di Bali.

Rizieq dilaporkan atas dugaan pelanggaran pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian dalam sebuah video berisi ceramah bertajuk Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS yang diunggah di Youtube pada 21 Mei 2017.

Kini, Rizieq Shihab harus berhadapan dengan ancaman harimau hukum yang siap-siap menerkam sebagai konsekuensi dari ucapan-ucapan yang terlontar dari mulutnya sendiri.

Lantas, jurus apa yang hendak dipakai Rizieq Shihab untuk bisa meloloskan diri? Kita lihat saja. Yang pasti, tak boleh ada seorangpun yang kebal hukum di negeri ini, tak peduli ia tokoh besar, jendral, bahkan presiden sekalipun.

Seperti kata pepatah Latin, Fiat justitia ruat caelum, tegakkan keadilan walau langit runtuh!



No comments:

Post a Comment