Wednesday, March 1, 2017

11 Teror Bom Terdahsyat Sepanjang Sejarah Indonesia


Terorisme dalam sejarah Indonesia lebih didominasi oleh misi pendirian negara Islam (khilafah Islamiyah). Pada awalnya aksi ini dilakukan oleh kelompok Jema'ah Islamiyah yang berafiliasi dengan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.

Serangan teror dengan peledakan bom mulai secara masif mengguncang Indonesia sejak tahun 2000, dengan sasaran "negara Barat." Namun, belakangan misi telah bergeser kepada pendirian Negara Islam Irak dan Syiria, ISIS.

Tidak lagi pada simbol-simbol asing (Barat) sebagai target, namun kini lebih kepada aparat terutama kepolisian, dan bahkan masyarakat umum pun tak jarang ikut dijadikan korban.
 
Berikut ini 11 serangan bom terdahsyat sepanjang sejarah Indonesia, dengan korban tewas terbanyak:


1. Bom Bursa Efek Jakarta-2000.
Serangan teroris mulai mengguncang Indonesia pada 14 September 2000, ketika serentetan bom mobil meledak di ruang bawah tanah, lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta.

Korban tewas         : 5 orang.
Korban luka-luka   : 90 orang.

2. Bom Malam Natal-2000. 

 

Pada malam Natal 24 Desember 2000, terjadi serentetan serangan teror bom di sejumlah gereja di Indonesia di beberapa kota, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Pangandaran, Bandung, Mojokerto, Mataram. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah. 


Korban tewas    :16 orang
Korban luka-luka: 96 orang.

3. Bom Gereja St Anna dan HKBP-2001


Serangan terorisme kembali terjadi, sekitar pukul 07.05, ketika pastor tengah berkhotbah, bom meledak di dalam ruangan Gereja Santa Anna di Jl. Laut Arafuru Blok A7/7, Duren Sawit. Pada saat hampir bersamaan, pukul 06.55, bom juga meledak di lapangan parkir Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jatiwaringin.

Korban tewas: 5 orang.

4. Bom Bali I-2002. 

 

Ini adalah serangan terorisme terparah dan terdahsyat dalam sejarah Indonesia. Terjadi tiga peristiwa pengeboman yang pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali dan satu ledakan di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat.


Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka, kebanyakan korban WN Australia.

Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50-150 kg.

Para pelaku: Dr. Azahari (tewas dalam penyergapan di Kota Batu-9 November 2005),  Dulmatin (tewas-9 Maret 2010),  Ali Ghufron, Imam Samudra, Amrozi (terpidana mati, eksekusi 9 November 2008). Umar Patek (tertangkap di Pakistan,  21 Juni 2012 dipidana 20 tahun penjara), Abdul Gani dan  Ali Imron (didakwa seumur hidup).

Abu Bakar Ba'asyir diduga terlibat dalam pengeboman ini dan pada 16 Juni 2011, divonis 15 tahun oleh PN Jakarta Selatan atas keterlibatan dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.

5. Bom JW Marriott-2003.

Serangan teror ini dilakukan dengan bom mobil bunuh diri yang diledakkan di hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada pukul 12:45 dan 12:55 WIB pada 5 Agustus 2003.

Dilaporkan 12 orang tewas dan 152 orang luka-luka.

6. Bom Kuningan-2004. 

 
Serangan teror oleh kelompok Jama'ah Islamiyah ini dilakukan dengan sebuah bom mobil diledakkan di depan Kedutaan Besar Australia pada pukul 10.30 WIB di kawasan Kuningan, Jakarta pada 9 September 2004.


Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara Plaza 89, Menara Grasia dan Gedung BNI. Ini merupakan aksi terorisme besar ketiga yang ditujukan terhadap Australia yang terjadi di Indonesia setelah Bom Bali 2002 dan Bom JW Marriott 2003.

Dilaporkan 9 orang tewas dan 150 luka-luka.

7. Bom Tentena-2005. 
 
 
Pukul 08:15  pada 28 Mei 2005 terjadi ledakan bom di Pasar Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 15 orang telahditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bom tersebut.
Tercatat 20 orang tewas, 50 orang luka-luka.

8----Bom Bali II-2005. 



Bali kembali diguncang ledakan bom. Pada 1 Oktober 2005, serangan teror kembali muncul dengan serangkaian pengeboman. Terjadi tiga ledakan, satu di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan dua ledakan di Nyoman Café, Jimbaran.

Sedikitnya 23 orang tewas dan 196 orang luka-luka.






 


9. Bom Pasar Palu-2005. 

 

Pada 31 Desember 2005 ledakan bom terjadi di Pasar Babi di kawasan Maesa, Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah. Ledakan memporak-porandakan kios yang ada di pasar daging tersebut.

Dilaporkan, 8 orang tewas dan 54 orang luka-luka.

10. Bom Mega Kuningan-2009.
 

Serangan teroris berulang lagi. Kali ini, bom bunuh diri terjadi di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada 17 Juli 2009.

Kedua pelaku tewas di tempat, Dani Dwi Permana asal Bogor dan Nana Ikhwan Maulana asal Pandeglang. Diduga 11 orang terlibat dalam aksi tersebut, termasuk Noordin M. Top sebagai otak pelaku utama dan Ibrohim sebagai orang dalam di Hotel Ritz-Carlton yang menyelundupkan bom.

Dikabarkan, 9 orang korban dan 50 orang luka-luka, baik WNI maupun warga asing.

11. Bom Thamrin-2016.

Ini adalah serangan terorisme terbaru yang mengguncang Indonesia setelah beberapa tahun sempat mereda. Pada 14 Januari 2016, Jakarta dikejutkan dengan serentetan, sedikitnya enam ledakan, dan penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Pelaku, 7 orang adalah Kelompok Bahrun Naim yang berafiliasi dengan organisasi Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS) yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror ini.

Dilaporkan, 8 orang (4 pelaku dan 4 warga sipil) tewas dan 24 lainnya luka-luka. 


Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment