Wednesday, March 1, 2017

11 Pemimpin Negara Yang Hidupnya Berakhir Tragis



Menjadi pemimpin tertinggi dan penguasa dalam lingkup negara, merupakan pencapaian luar biasa bagi setiap manusia. Namun, karena panggung politik penuh dengan drama konflik dan kepentingan jutaan mausia, maka resiko politiknya juga tiada bandingnya, dan kadang harus dibayar mahal dengan nyawa.

Berikut ini kami rangkum berdasarkan kurun waktu kejadian, 11 pemimpin negara, Presiden/Perdana Menteri yang hidupnya berakhir tragis dengan terbunuh, baik ketika masih dalam masa jabatan maupun di masa setelahnya. 


 1. Abraham Lincoln
(12 Februari 1809-14 April 1865)
 
Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa dan menghapuskan perbudakan. 

Abraham Lincoln terbunuh pada 14 April 1865, saat sedang menyaksikan pertunjukan teater, ditembak oleh oleh seorang pemain teater, John Wilkes Booth, yang disusupkan oleh kelompok pro-perbudakan. Lincoln tercatat sebagai Presiden pertama AS hidupnya berakhir tragis menjadi korban pembunuhan.

2. Maximilian I: Presiden Meksiko
(6 Juli 1832-19 Juni 1867)

Maximilian I adalah anggota keluarga kerajaan Austria, Habsburg-Lorraine. Dengan dukungan Napoleon III dari Perancis dan monarkis Meksiko, ia dinyatakan sebagai Presiden Meksiko pada 10 April 1864. Ia memerintah selama lebih dari tiga tahun.
 
Menyusul terjadinya Civil War di AS, para pendukungnya yang kebanyakan dari Pasukan perancis ditarik mundur. Napoleon III tidak ingin mengambil risiko karena veteran tentara Amerika menang, sementara ia juga menghadapi kebangkitan kembali Prusia di Eropa.

Banyak pemerintahan asing menolak mengakui pemerintahannya, terutama Amerika Serikat. Hal ini meyakinkan keberhasilan pasukan Republikan yang dipimpin oleh Benito Juárez, dan hidup Maximilian pun berakhir tragis. Ia dieksekusi setelah ditangkap oleh Republikan di Querétaro tahun 1867.

3. John F. Kennedy: Presiden Amerika Serikat 

(29 Mei 1917-22 November 1963)

John F. Kennedy adalah presiden kedua Amerika Serikat yang hidupnya berakhir tragis, menjadi korban pembunuhan setelah Abraham Lincoln. Saat sedang melakukan lawatan ke negara bagian Texas pada 22 November 1963, John F. Kennedy ditembak oleh seseorang.

 Ia tertembak di atas mobil kepresidenan. Saat itu, pihak berwenang menetapkan Lee Harvey Oswald sebagai pelaku pembunuhan Kennedy. Namun, hingga kini, kontroversi mengenai pembunuhan Kennedy ini belum selesai.

 
4. Salvador Allende: Presiden Chile
(26 Juni 1908-11 September 1973)

Salvado Allende adalah Presiden ke-29 Chile, berkuasa dari tahun 1970 hingga 1973. Yang menarik, Allende adalah presiden berhaluan marxis pertama di Amerika Latin yang berhasil merebut kekuasaan melalui jalan parlemen.

Pada 11 September 1973, pasukan sayap kanan yang dikomandoi Chile Augusto Pinochet melancarkan kudeta militer.Istana Moneda dikepung oleh tank dan dibombardir oleh pesawat tempur. Salvador Allende memilih tidak menyerah dan bersiap bertempur hingga akhir. Saat itu, ia turut menenteng senjata AK-47.

Kematian Allende penuh kontroversi. Namun banyak rakyat Chile menyakini bahwa Allende dibunuh oleh militer pendukung Pinochet.

5. Juan Jose Torres: Presiden Bolivia
(5 Maret 1920-2 Juni 1976)

Juan José Torres adalah Presiden ke-61 Bolivia. Ia memerintah tidak sampai setahun, yakni dari Oktober 1970 hingga Agustus 1971. Ia adalah seorang petinggi militer berpikiran progressif.

Pada 1976, militer Argentina di bawah Jorge Videla melancarkan kudeta. Begitu berkuasa, Videla terlibat dalam Operasi Condor untuk membasmi gerakan kiri di Amerika Latin. Dengan Operasi Condor ini pula, hidup Torres berakhir tragis. Ia ditembak mati oleh pasukan pembunuh suruhan Jorge Videla.



Meskipun pemerintahannya berdurasi pendek, memori Torres 'masih dihormati oleh strata masyarakat yang paling miskin Bolivia. Jenazahnya akhirnya dipulangkan ke Bolivia pada tahun 1983, di mana ia menerima pemakaman kenegaraan secara besar-besaran.

6. Anwar Sadat: Presiden Mesir
(25 Desember 1918-6 Oktober 1981)

Mohammad Anwar Al Sadat adalah Presiden ke-3 Mesir. Ia memerintah Mesir dari tahun 1970 hingga 1981. Karir Anwar Sadat dimulainya dengan menjadi anggota militer Mesir di Kairo pada 1938 dan bergabung dalam Gerakan Perwira yang bertekad untuk membebaskan Mesir dari kolonialisme Inggris.

Setelah menjabat sebagai Wakil Presiden sejak 1964, Sadat  menggantikan presiden Nasser yang wafat pada 1970.  Kekuasaannya bertahan hingga 11 tahun. Bersama Presiden Suriah Hafez al Assad, Sadat memimpin perang Yom Kippurmelawan Israel untuk mengambil alih Gurun Sinai yang direbut oleh Israel dalam Perang Enam Hari.

Namun pertempuran ini berakhir dan Sadat menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Dunia Arab mengecam dan menganggapnya berkhianat. Hidup Sadat berakhir dengan tragis pada 6 Oktober 1981. Dalam acara parade militer memperingati perang Yom Kipur Sadat diberodong oleh sekelompok militer.

7. Indira Gandhi: PM India
(19 November 1917-31 Oktober 1984)


Indira Priyadarshini Gandhi adalah putri Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru. Ia menjadi wanita pertama yang menjabat Perdana Menteri di India. Menjabat sejak  24 Januari 1966-24 Maret 1977, kemudian berlanjut pada 14 Januari 1980-31 Oktober 1984.

Indira Gandhi merupakan seorang wanita yang penuh gejolak dan sangat kontroversial sebagai pimpinan partai politik dan politik negaranya. Dalam masa jabatannya, India pun mengalami peperangan dengan rivalnya, Pakistan.

Peperangan India dan Pakistan menyebabkan instabilitas dan krisis finansial di India. Pada 31 Oktober 1984, hidup Indira berakhir tragis setelah dibunuh oleh pengawal pribadinya sendiri.

8.Rajiv Ratna Gandhi: PM India
(20 Agustus 1944-21 Mei 1991)

Rajiv Gandhi adalah anak tertua dari Perdana Menteri Indira Gadhi dan Feroze Gandhi. Rajiv menjabat sebagai Perdana Menteri India yang keenam, menggantikan ibunya yang terbunuh sejak 31 Oktober 1984 hingga 2 Desember 1989 melalui pemilihan (a general election defeat). 
 

Ia menjabat Perdana Menteri India ketika berusia 40 tahun, sehingga ia tampil sebagai yang termuda saat menduduki jabatan perdana menteri.

Senasib dengan ibunya yang hidupnya berakhir tragis dengan pembunuhan, Rajiv Gandhi mengalami hal serupa. Pada 21 Mei 1991, ia terbunuh di usia 46 tahun, oleh separatis Tamil dari Sri Lanka, Thenmuli Rajaratnam yang saat itu mengalungkan rangkaian bunga berisi bom ke lehernya.

9. Saddam Hussein: Presiden Irak
(28 April 1937 - 30 Desember 2006)

Saddam Hussein menjabat sebagai presiden ke-5 Irak, 1979-2003. Selama waktu itu, ia berjuang dalam dua perang berdarah dan gagal untuk menyatukan Khuzestan dan kemudian Kuwait menjadi satu dengan Irak. Dalam perang kedua, ia juga menyerang Israel dengan rudal Scud.
Perang ketiganya menjadi akhir dari tahtanya, saat ia sekali lagi dihadapkan sebuah koalisi internasional. Tidak seperti pada tahun 1991, koalisi kedua tidak hanya menjadikan kekalahan militer, tapi juga kejatuhannya.

Dalam perang melawan invasi AS tahun 2003, dia kehilangan kedua putranya dan sendirian sampai ditangkap di sebuah bunker kecil yang sangat memprihatinkan. Dalam pengadilan dia diputuskan bersalah atas pembantaian terhadap warganya dan hidupnya berakhir tragis di tiang gantungan.

10. Benazir Bhutto: Perdana Menteri Pakistan
(21 Juni 1953-27 Desember 2007)

Benazir Bhutto adalah wanita pertama yang memimpin sebuah negara Muslim pasca-kolonialisme. Bhutto terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, namun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh kudeta militer atas dukungan presiden Ghulam Ishaq Khan, yang secara kontroversial menggunakan Amendemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa diselenggarakannya pemilu.


Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan pertimbangan khusus yang diberikan oleh Amendemen ke-8.

Pada 2007, dia berniat untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilu 2008. Sayang, hidupnya berakhir tragis. Pada 27 Desember 2007, saat sedang melakukan kampanye di Rawalpindi, daerah dekat Ibu Kota Islamabad, sebuah serangan bom disertai rentetan tembakan mengakhiri perjalanan hidup Benazir Bhutto.

11.Mu'ammar Qaddafi: Presiden Libya
(7 Juni 1942-20 Oktober 2011)

Mu'ammar Qaddafi berkuasa di Libya selama 42 tahun sejak 1969,setelah menggulingkan kekuasaan monarki pimpinan Raja Idris. Pemimpin yang selalu menentang Barat ini juga sering kali dituding melancarkan aksi teror dengan mendanai serta mempersenjatai beberapa kelompok pemberontak di wilayah Afrika.


Selain itu, ada pula beberapa insiden pengeboman yang diduga melibatkan Qaddafi. Dirinya juga dianggap melakukan tekanan terhadap para oposisinya sendiri. Pada Februari 2011, ketika Mesir telah menggulingkan rezim militer Husni Mubarak, muncul gelombang demonstrasi di Libya yang menentang Qaddafi.
 
 Gelombang demonstrasi menjelma menjadi perang saudara. Para penentang Qaddafi dibantu oleh NATO dan Barat. Oposisi Libya akhirnya berhasil mengalahkan penguasa Libya tersebut dan hidup Qaddafi pu berakhir tragis dengan dibunuh secara sadis.
 
Salam...
El Jeffry


No comments:

Post a Comment