Monday, July 10, 2017

Ternyata, Hidayat Pelapor Kaesang Punya Gangguan Kepribadian

Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang Pangarep


Nama Muhammad Hidayat, si pelapor Kaesang Pangarep, atas ujaran kebencian karena ucapan "ndeso" tiba-tiba menjadi sorotan publik. Adanya beberapa kejanggalan, khususnya dalam mengkoleksi urusan lapor-melaporkan orang ke polisi turut mengundang perhatian pakar psikologi untuk ikut berkomentar. 

Belum puas melaporkan Kaesang pada Minggu, 2 Juli 2017, Hidayat juga melaporkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto ke Polres Bekasi pada Jumat, 7 Juli, terkait dengan film pemenang Police Movie Festival, Kau Adalah Aku Yang Lain.

Jadi, total laporan polisi yang dibuat orang ini di sepanjang 2017 yang semula tercatat sebanyak 60, kini bertambah menjadi 62 laporan. Rekor luar biasa, bukan? Jika dihitung sejak Januari 2017, rata-rata laporan polisi yang dibuat Hidayat adalah 10 laporan perbulan, atau dengan kata lain, tiap 3 hari dia melaporkan orang ke polisi.


Menurut psikolog Mira Anin, jika ditelaah dari sisi psikologi, jumlah laporan tersebut sudah melampaui batas. Terkecuali jika profesi seseorang memang mewajibkannya untuk mengamati dan melaporkan kasus seperti KPK. Jika lapor-melapor ke ranah hukum dilakukan lebih dari lima kali saja, itu sudah menjadi hal yang tidak wajar, apalagi hingga puluhan.

Sedangkan Hidayat sehari-hari bekerja sebagai pengurus toko di Masjid Baiturrahim. Kesehariannya, ia memang tidak begitu dikenal oleh tetangganya dan memiliki kepribadian tertutup.

Melaporkan atau mengadukan sesuatu mungkin hal yang sudah biasa dilakukan banyak orang, terutama jika memang konteksnya adalah profesi. 

Ada banyak kebutuhan mental yang tidak tersalurkan dari si pelaku yang diduga mengarah kepada gangguan kepribadian hingga mental seseorang.

Jika profesi seseorang memang mewajibkannya untuk mengamati dan melaporkan kasus seperti KPK misalnya, hal tersebut wajar. “Bila profesinya tidak jelas dan menjadi hobi, ada aspek-aspek psikologi yang perlu diperhatikan,” ujar Mira.

Secara psikologi, gangguan kepribadian harus diteliti lebih lanjut sebelum seseorang dianggap memiliki gangguan kejiwaan. Dalam hal ini, pihak kepolisian harus melakukan pengecekan realita secara komprehensif, dari sisi kejujuran maupun kesehatan jiwanya.

Namun Mira menilai, hal yang dilakukan Hidayat masih dalam tahap gangguan kepribadian. Hal ini disebabkan selama hidupnya, seseorang memiliki banyak kebutuhan mental yang tidak tersalurkan.

Pelapor Kaesang dinilai diduga memiliki banyak gangguan kepribadian. Yang paling utama adalah kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari banyak orang dari sesuatu yang dilakukannya.

Dalam hal ini pelaporan akan nilai-nilai seperti penistaan agama dan ujaran kebencian karena ia merasa lebih tahu akan subjek yang dilaporkan. Dengan melaporkan, ada kesan memiliki kredibilitas secara sepihak yang dirasakannya sendiri tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari.

Saat seseorang tidak memiliki kehidupan sosial yang baik, ia mengalami gangguan interaksi antar manusia. Keinginannya untuk bersosialisasi sulit tercapai sehingga timbul sikap butuh pengakuan, kedekatan dan penyaluran nilai-nilai.

Sayangnya aspirasi yang tidak tersalurkan secara positif ini berubah menjadi negatif dalam wujud hobi lapor-melapor. “Kemampuannya mempersepsikan realita tidak berfungsi sehingga ia memilih untuk menjalankannya dengan cara sendiri yang dianggap benar,” tambah Mira.

Keinginan untuk eksis tidak hanya dialami oleh remaja hingga orang muda saja. Semua umur memiliki keinginan untuk mengibarkan eksistensi dalam komunitas. Hal ini diduga dialami oleh Hidayat yang berusia 53 tahun.

Kehidupan sosial yang kurang baik hingga komunikasi buruk antar manusia merupakan beberapa penyebab orang yang usianya sudah matang begitu kuat untuk eksis dan menghalalkan segala cara agar perhatian tertuju padanya.


Dalam kasus Hidayat, ia mengaku merasa dilecehkan karena dipanggil Polresta Bekasi, Jawa Barat. Secara psikologi, seseorang dengan gangguan pribadi akan melakukan penyangkalan atas hal negatif yang ia lakukan sebelumnya.

Sikap defensif merupakan hal mendasar yang dimiliki manusia namun harus disesuaikan dengan fakta. Jika banyak inkonsistensi, maka sudah jelas kepribadian seseorang terganggu karena tidak menyadari sepenuhnya yang telah dilakukan kepada orang lain.

Dalam menjalani hidup, manusia harus bekerja untuk tetap produktif sehingga kesehatan mentalnya terjaga. Namun jika seseorang kontra-produktif, ia akan mencari hal-hal lain untuk menyalurkan aspirasi kejiwaannya.

Saat ini budaya berkomentar di dunia maya memang memprihatinkan, yang ditunjang sifat latah masyarakat yang ikut-ikutan menanggapi isu di sekitarnya. Lapor-melapor ke ranah hukum tanpa latar belakang yang kuat terjadi bila seseorang tidak melakukan pengecekan fakta secara mendalam.

Hasilnya, ia mengikuti dorongan untuk menyalurkan kebutuhannya secara tidak langsung. Semua isu ditanggapi karena memiliki banyak waktu luang dan tidak paham bagaimana menyalurkan aspirasi secara positif.

Nah, Bagaimana tuh pak polisi?

sumber: cnnindonesia.com

Laporkan Kaesang Ke Polisi, Hidayat Melempar Bola Api, Terhantam Muka Sendiri




    Ibarat bermain lempar bola api, lemparan Hidayat terbilang sukses untuk membuat dirinya tenar mendadak berkat aksinya melaporkan Kaesang Pangarep, putra presiden Jokowi, pada Minggu, 2 Juli lalu atas ujaran kebencian (hate speech) karena ucapan "ndeso" dalam video yang diunggah ke akun Youtube. 

     Publik sempat dibuat memanas dengan ragam kontroversi. Wajar saja, yang yang disasar adalah anak dari orang nomor satu di negeri ini, yang segala tindak tanduknya selalu disorot oleh publik dan tak henti dibidik oleh lawan-lawan politik. 

    Jika kesulitan untuk membidik musuh karena terlalu pintar berkelit, maka bidiklah orang-orang terdekatnya, khususnya keluarganya. Sejumlah politisi pun ngebet memita polisi untuk memproses laporan tersebut. 

    Tapi lemparan bola api Hidayat yag sepenuhnya mengenai sasaran, alias meleset. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki memastikan, Presiden Jokowi tidak melakukan intervensi hukum terkait adanya laporan terhadap putra bungsunya Kaesang Pangarep. 

     “Itu wilayah kepolisian kalau memang tidak ada unsur pidananya berarti tidak diteruskan. Tapi saya kira tidak ada intervensi dari Presiden, Presiden sedang sibuk,” kata Teten.

     Sementara itu, Polri sendiri telah memberi sinyal pelaporan itu tidak akan diproses. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menyebut penyetopan pelaporan itu sudah sesuai dengan mekanisme. 

     Wakapolri Komjen Syafruddin pun telah memberikan pernyataan bahwa pelaporan Hidayat itu tidak memenuhi unsur pidana sehingga tidak diproses. Polres Metro Bekasi Kota sendiri saat ini tengah melakukan gelar perkara kedua terkait dengan laporan tersebut. 

     Dan sial bagi Hidayat, bola api yang telah sukses dilemparkannya kini justru berbalik menghantam mukanya sendiri. Fakta terbaru dari orang ini pun terungkap. Ternyata laporan yang dibuat ini bukan pertama kalinya. 

    Tercatat orang ini sudah 60 kali membuat laporan ke polisi. Untuk apa? Awalnya sih katanya untuk membantu menegakkan hukum. Ternyata ini hanyalah topeng. 

    Itulah mengapa laporan tersebut banyak menyasar para pejabat, khususnya yang berada di Bekasi, karena diduga itu dilakukan untuk melakukan pemerasan. 

   Setelah melaporkan, Hidayat mendatangi pejabat tersebut. “Riwayatnya ini udah 60. Dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi, nanti didatangi, bahwa ‘ini saya sudah laporan loh’,” kata Setyo Wasisto, Kadis Humas Mabes Polri. 

    Setyo menjelaskan bahwa Hidayat akan kembali menjalani proses hukum dalam kasus ujaran kebencian  terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang membuatnya jadi tersangka. 

     Dia sebenarnya pernah ditahan tapi ditangguhkan dengan alasan kemanusiaan. “Ditangguhkan karena kemanusiaan, dia sudah tua. Harusnya dia masih ditahan ini. Ini makanya mau diproses lanjut. Dia di luar malah bikin resah seperti itu,” imbuh Setyo.

     Lalu, bagaimanakah nasib Muhammad Hidayat selanjutnya? Kita tunggu saja...

*****

Deddy Corbuzier: Kaesang Itu Ndak Pantes Jadi Anak Presiden




     Karena video unggahannya di Youtube, Kaesang Pangarep, putera bungsu Presiden Jokowi menjadi bahan perbincangan yang masih hangat dalam beberapa hari terakhir.

     Kasus yang mencuat setelah Kaesang dilaporkan ke polisi oleh Muhammad Hidayat ini tak urung memancing pro kontra, opini dan reaksi publik.

     Presenter berkepala plontos Deddy Corbuzier tak ketinggalan turut bereaksi dengan berkomentar dalam video berjudul,"Kaesang, Itu Ndak Pantes Jadi Anak Presiden”. 

    Dalam video yang diunggah di laman YouTube-nya, Deddy mengatakan, Kaesang tidak pantas menjadi anak presiden. Menurut Deddy, dirinya yang pantas menjadi anak presiden. Deddy berandai-andai jika menjadi anak presiden, tentu dia akan meminta saham dan proyek.

     “Saya akan minta saham dari orangtua saya di perusahaan saya. Saya akan minta proyek pembangunan jalan misalnya, saya akan minta proyek pembangunan sekolah,” katanya. “Dan kalau saya yang jadi anak presiden saya akan korupsi. Bayangkan akan sekaya apa saya nanti?” ujarnya lagi.

   Statement Deddy ini mengungkit kembali video yang diunggah oleh Kaesang yang mengungkit soal bapak minta proyek. Dan tidak lupa Deddy juga menjelaskan kata ‘Ndeso’ yang menjadi permasalahan dan dijadikan alasan Muhammad Hidayat melaporkan Kaesang ke polisi.

  Banyak orang, setuju bahwa mempermasalahkan apalagi melaporkan orang karena kata ‘Ndeso’ adalah sesuatu yang konyol, atau mengada-ada seperti diungkapkan oleh pihak kepolisian saat memutuskan untuk menghentikan kasus ini. 

    Kalau kata ini dianggap ujaran kebencian, bagaimana pula dengan kata-kata lain yang jauh lebih kasar dan keras seperti yang dikoar-koarkan kelompok sumbu pendek, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Lalu bagaimana pendapat Deddy mengenai kata ini?



    “Ndeso itu artinya kampungan bukan orang kampung,” kata Deddy. “Kampungan itu berbeda dengan orang kampung. Orang kampung adalah orang yang tinggal di kampung, sedangkan kampungan adalah sifat. Orang kota bisa kampungan, tapi orang kampung belum tentu kampungan.”

    Jadi sudah jelas ya, dan dapat disimpulkan, Ndeso bukan ujaran kebencian. Ada yang mengatakan ini candaan atau apa pun selain ujaran kebencian. Tuh buktinya Mas Tukul saja sudah tak terhitung lagi mengucapkan kata pamungkas ini di acara Talk Show-nya.

   Deddy kemudian menegaskan lagi bahwa Kaesang tak pantas menjadi anak presiden karena terlalu ‘lurus’.
“Kamu kok jadi anak presiden baik-baik gitu. Kamu kok jadi anak presiden lurus-lurus jualan martabak. Ya anak presiden yang lurus banyak, nggak cuma kamu. Tapi kalau saya nggak akan gitu,” ujar Deddy.

   Deddy menyindir Kaesang tapi dalam bentuk sarkas yang sebenarnya menyentil orang lain seperti dalam video Kaesang. Penjelasannya mengenai ndeso yang merupakan sifat kampungan sangat bagus dan mengena, sekaligus membuat beberapa orang kejang-kejang. 

     Video Deddy ini, seakan menyadarkan kita bahwa banyak sekali kelompok sakit hati yang mau melakukan apa pun, termasuk yang konyol sekali pun untuk menjegal siapa pun yang tidak disukainya. Bagaimana tidak, sang pelapor ternyata diketahui seorang tersangka ujaran kebencian juga. Tidak hanya sampai di situ, pelapor juga telah 60 kali membuat laporan ke polisi, diduga untuk melakukan pemerasan. Memang ini sekilas tidak terkait dengan politik.

    Bagaimana kalau ada yang memanfaatkan ini untuk kepentingan politis? Ini jauh lebih berabe. Sudah kita lihat beberapa waktu lalu, di mana kepentingan politik membuat negara ini kacau. Demi ambisi dan kehausan di dunia politik, sebagian kelompok melakukan apa pun, memanfaatkan apa pun serta menggunakan sesuatu yang tidak semestinya demi memuaskan dahaganya.

   Salut buat Kaesang. Bagi yang melaporkan dan bagi yang mempermasalahkan kata ‘Ndeso’ yang diucapkannya.
*****

Saturday, June 24, 2017

Demi Bisa Hamil, Wanita Ini Rela Perutnya Dimasuki 500 Lintah

Nina Evans


Tak lengkap rasanya apabila pernikahan tidak dihiasi dengan keberadaan anak. Maka dari itu setiap pasangan berharap segera dikaruniai keturunan.

Sayangnya terkadang nasib berkata lain. Ada yang langsung diberi momongan, ada yang harus menunggu beberapa tahun, bahkan ada pula yang tidak bisa mendapat keturunan.

Rasa ingin segera hamil itu juga tengah dialami wanita bernama Nina Evans. Namun nasibnya sedang tidak bagus.

Hingga usia 40 tahun, Nina tak kunjung hamil karena ia mengidap tumor jinak yang menempel pada dinding rahimnya.

Untuk dapat menyembuhkan tumor tersebut, sebenarnya Nina dapat melakukan operasi pengangkatan rahim.

Namun cara ini menyebabkan dirinya tak akan bisa hamil selamanya.

Daripada harus mandul, Nina lebih memilih jalan terapi menggunakan bantuan lintah.

Meski cukup ekstrem, tetapi terapi ini cukup berguna untuk menghentikan mioma yang tumbuh pada jaringan oto di sekitar dinding rahimnya.

“Saya memilih terapi lintah karena saya terlahir di Lithuania, di sana banyak orang yang melakukan terapi lintah untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujar Nina.

Saking besarnya harapan Nina untuk segera sembuh dan memiliki anak, ia rela perutnya dimasuki sekitar 500 ekor lintah.

Hewan berlendir itu akan menghisap darah dan menyembuhkan tumor yang diidap wanita yang sekarang berusia 50 tahun tersebut.

Benar saja, setelah melakukan terapi lintah selama 8 bulan Nina akhirnya bisa hamil.

Wanita ini berhasil mewujudkan impiannya untuk bisa hamil saat usianya sudah memasuki 45 tahun.

Namun ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, anak adalah karunia yang sangat berharga yang layak untuk diperjuangkan betapapun beratnya.


***********

Resmi Tersangka, HT Dicekal. Ambisi Terjegal?

Hary Tanoesudibjo


Pihak Mabes Polri menyatakan surat pemberitahuan status tersangka kasus dugaan SMS ancaman sudah dikirim ke Hary Tanoesoedibjo. Hary Tanoe dilaporkan jaksa Yulianto karena SMS yang dikirim saat Yulianto menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8.

"Surat pemberitahuan status yang bersangkutan juga sudah diberikan kepada HT sendiri, kepada pelapor, dan kepada jaksa sesuai putusan MK yaitu dalam 7x24 jam kalau sudah ada penetapan tersangka pihak-pihak seperti pelapor, jaksa dan tersangka harus diberitahu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Jumat, 23-Juni 2.017.

Penetapan tersangka Hary Tanoe berdasarkan hasil gelar perkara tanggal 14 Juni. Keesokan harinya, pada 15 Juni dikirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Hary Tanoe.

Di situ tertera, status HT sebagai tersangka pelanggaran Pasal 29 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik.

Ia dilaporkan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu. Dalam kasus ini, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Hary Tanoe dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka pada hari Selasa, 4-Juli 2.017.

Setelah penetapan tersangka, maka CEO MNC Group ini pun dicegah bepergian ke luar negeri, alias dicekal untuk 20 hari ke depan. Hal itu ditegaskan oleh Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno, Jumat, 23 Juni malam.

Dengan dijadikannya tersangka, maka hampir bisa dipastikan, ambisi Ketua Umum Perindo di panggung politik negeri ini bakal tertatih-tatih, kalau tidak dikatakan terjegal dan terjungkal.

Sejak terjun ke dunia politik tahun 2011, Hary adalah politikus kutu loncat. Setelah bergabung dengan partai Nasdem Oktober 2011, ia mudur dari Partai besutan Surya Paloh itu dengan alasan perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai.

Lalu Hary Tanoesoedibjo pun resmi bergabung dengan Partai Hanura tanggal 17 Februari 2013. Dengan gencar ia pun segera berkampanye di media sebagai pasangan duet dengan Wiranto, menyongsong pilpres 2014, Win-HT.

Merasa belum mendapatkan kendaraan politik yang ideal, Hary mendirikan Partai baru, Partai Persatua Indonesia (Perindo) pada 7-Februari 2013.

Ambisi Hary untuk jadi pimpinan negeri ini nampak jelas dari salah satu kalimat sms yang ditujukan kepada Jaksa Yulianto.
"Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Namun sayang, tak pernah terbersit dalam benaknya jika dari sms itulah perjalanan politik yang sudah dirintisnya bertahun-tahun harus terjegal.

Kini Hary harus berhadapan dengan proses hukum, dan tidak bisa berkelit lagi. Suka tidak suka, ini yang harus dihadapi, dan ambisi untuk jadi pimpinan negeri ini, lebih simpan dulu sebagai mimpi...

***

Gajah Mada Beragama Islam? Ini Fakta Sejarahnya!

Ilustrasi Gajah Mada


Beberapa hari terakhir, media sosial tengah hiruk pikuk lagi dengan kabar kontroversial mengenai Gajah Mada dan Majapahit. Bahwa Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan. Itu tertulis dalam buku "Fakta Mengejutkan: Majapahit Kerajaan Islam" karya Herman Sinung Janutama.

Ditambah lagi dengan tulisan Arif Barata di situs portal-islam.id. "Meluruskan Sejarah: Kesultanan Islam Majapahit dan Patih Muslim Gaj Ahmada (Gajah Mada).

Bahwa ada segelintir kaum muslim di lingkungan Majapahit, sejumlah makam di Trowulan membuktikan. Tapi raja dan para pejabat kerajaan sama sekali tak pernah disebut memeluk Islam.

Reaksi atas tulisan itu beragam terapi umumnya mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir sebenarnya juga tak bisa menunjukkan dasar argumennya.

Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22/6/2017), arkeolog menuturkan bahwa jika tak memahami sejarah dan arkeologi, sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah tentang Majapahit.

Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar, mengatakan, artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan.

DR. Hasan Djafar



Di Makam Troloyo, ada 100-an nisan dengan hiasan tulisan Arab. Nisan itu berasal dari masa 1203 - 1533 Masehi. Artinya, ada sejumlah nisan yang berasal dari masa sebelum berdirinya Majapahit pada 1292. Ini berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa Islam baru muncul pada akhir kerajaan itu.

Eksistensi Islam sebelum Majapahit didukung oleh sejumlah catatan. "Ada yang menyebutkan, tahun 1082, sudah ada masyarakat Islam di Gresik," kata Hasan.

Meski ada artefak berbau Islam, arkeolog tetap berkeyakinan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Samudera Pasai, bukan Majapahit. Koin dengan tulisan Arab, nisan dengan
Nisan Bertuliskan Kalimat Syahadat
kalimat syahadat tidak cukup menjadi bukti keislaman kerajaan yang berpusat di Trowulan itu.

"Majapahit tetap bercorak Hindu-Buddha, tecermin dalam peraturan perundang-undangan dan sistem teologinya. Saya tidak melihat benih-benih Islam sedikit pun," tegas Djafar.

Arkeolog dan penulis buku "Catuspatha: Arkeologi Majapahit", Agus Aris Munandar, mengungkapkan, keyakinan bahwa Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha didasarkan pada sumber-sumber arkeologi yang sebenarnya punya peringkat tersendiri.


Catuspatha


"Sumber peringkat pertama atau yang paling bisa dipercaya adalah prasasti yang sezaman. Lalu prasasti yang terkait dengan prasasti sezaman itu," katanya.

Sumber pada peringkat berikutnya adalah data arkeologis berupa monumen, fitur, dan artefak bergerak. Karya sastra yang sezaman dan yang lebih muda berada pada peringkat yang lebih rendah. Hal lain yang bisa jadi sumber arkeologi adalah berita asing, legenda, mitos, dongeng, dan pendapat para ahli.

"Kalau ada artefak koin dengan tulisan Arab, itu tidak bisa langsung menghapus kekuatan sumber prasasti lalu dijadikan dasar
Koin Majapahit
mengatakan Majapahit kerajaan Islam," ungkapnya.



Lebih lanjut, Agus menerangkan, identitas agama Gajah Mada dan Majapahit bisa dilihat dari prasasti dan hingga sistem pemerintahan. Gelar raja, misalnya, sudah bisa menjadi bukti bahwa Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha.

"Raden Wijaya bergelar Krtarajasa Djayawarddhana Anantawikramotunggadewa. Djayawardhana itu sudah jelas Hindu karena artinya keturunan Dewa Wisnu yang bertahta," jelas Agus.

Identitas agama Majapahit juga bisa dilihat dari konsep dewaraja. Setiap raja di Majapahit memiliki dewa pujaan pribadi. Saat raja itu meninggal, dia diyakini akan bersatu dengan dewanya. Candi yang dibuat pasca meninggalnya raja itu akan dihiasi oleh figur sang raja yang digambarkan sebagai dewa pujaannya.

"Contoh, Tribhuanottunggadewi itu memuja Dewi Parwati, maka setelah meninggal diwujudkan sebagai dewa itu," kata Agus.

"Nama pejabat tinggi dalam Majapahit juga menunjukkan corak Hindu dan Buddha. Misalnya, ada Dharmmadyaksa ring Kasaiwan dan Dharmmadyaksa ring Kasogatan. Kasogataan artinya Kebuddhaan. Tidak ada Dharmmadyaksa ring Muslimah atau lainnya," imbuh Agus.

Bukti lain ialah penataan kota Majapahit yang memperhatikan letak gunung yang dipercaya sebagai tempat suci dan corak prasasti.

 


Surya Majapahit
Soal surya Majapahit yang diklaim menjadi bukti keislaman kerajaan itu, Agus menuturkan bahwa delapan sinar yang ada pada lambang itu sebenarnya adalah tanda arah mata angin. Dalam kepercayaan Majapahit, tiap arah angin punya dewanya sendiri.

Sinar Majapahit menjadi ciri khas candi-candi peninggalan Majapahit di mana corak itu dijumpai pada batu sungkupnya.

Agama Gajah Mada sendiri dipercaya adalah Buddha. Bukti penguatnya adalah catatan kitab Negarakertagama yang menyebut bahwa setelah pensiun, dia dianugerahi tanah Kebuddhaan yang bernama Madakarupira. Lokasi tanah itu berada di selatan Pasuruan.

Menurut Agus, untuk menafsirkan identitas agama suatu kerajaan, peringkat sumber-sumber arkeologis perlu diperhatikan. "Penulis (Kasultanan Majapahit) kemungkinan tidak mengerti pemeringkatan itu," katanya.





***

Sunday, June 11, 2017

Temuan Terbaru Atmosfer di Planet Mirip Bumi




 

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Astronomical Journal pada April 2017 mengungkap bahwa para ilmuwan mendeteksi keberadaan atmosfer di sekitar planet yang menyerupai Bumi.

Mereka meneliti sebuah planet yang dikenal dengan nama Gliese-1132b, atau sering disingkat menjadi GJ-1132b. GJ-1132b adalah planet ekstra tatasurya yang mengorbit pada bintang kerdil merah yang berukuran jauh lebih kecil, lebih dingin dan lebih redup dari Matahari. GJ-1132b ditemukan pada tahun 2015 oleh Array M Earth-South di Chile.

Berukuran 20% lebih besar dari pada Bumi dan massa 1 koma 6 kali dari Bumi, menyiratkan bahwa planet ini memiliki komposisi berbatu seperti di Bumi. Gliese-1132b mengorbit bintangnya setiap 1,6 hari pada jarak 1,4 juta mil. GJ-1132b berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi dan berada di konstelasi Vela.

Planet ini menerima radiasi bintang 19 kali lebih banyak dari Bumi. Suhu di atas atmosfernya diperkirakan 500 ° F atau (260 °C). Planet ini diperkirakan lebih panas dari Venus, karena suhu yang lebih tinggi dapat terjadi di dekat permukaan. 




Ada kemungkinan satu sisi planet ini lebih sejuk, karena diperkirakan terkunci secara kebetulan karena kedekatannya dengan bintangnya; Namun, dalam kebanyakan keadaan di mana atmosfir tebal, ia bisa mentransfer panas ke sisi yang jauh.

Pengamatan terhadap planet GJ-1132b ini menunjukkan bahwa planet yang disebut "super-Earth" tersebut memiliki atmosfer tebal yang mengandung dua unsur yaitu, uap atau metana, atau campuran keduanya. Salah satu kemungkinannya itu adalah 'planet air' dengan atmosfer yang terdiri dari uap panas. Penemuan atmosfer serta penggolongan planet ini merupakan kemajuan penting dalam mencari kehidupan lain yang ada di luar Tata Surya.

Tapi sepertinya dunia baru ini mustahil dihuni mengingat panas permukaannya mencapai sekitar 370 °C. Dr John Southworth, peneliti utama dari Universitas Keele, mengatakan: "Setahu saya makhluk hidup di Bumi mampu bertahan hidup dengan suhu terpanas 120 °C dan itu jauh lebih dingin dari planet ini."

Meskipun begitu, penemuan atmosfir ini mendorong para peneliti untuk mencari lebih jauh tentang adanya kehidupan di luar planet Bumi. Temuan itu mengindikasikan bahwa atmosfer bisa dijumpai di planet-planet yang dikelilingi bintang-bintang dengan massa rendah. Dan karena begitu banyaknya planet di alam semesta, diperkirakan ada setidaknya satu planet yang bisa dihuni.

Dengan menggunakan teleskop di European Southern Observatory di Chile, para ilmuwan mampu meneliti planet tersebut dengan mengamati bagaimana planet itu terhalang cahaya bintang yang melintas di depannya. 


Tapi molekul yang berbeda dalam atmosfer planet ini, jika atmosfernya memang ada, menyerap cahaya dengan cara yang berbeda, memungkinkan para ilmuwan untuk mencari unsur kimia saat planet itu melewati bintang.

Marek Kukula, astronom publik di Royal Observatory Greenwich mengomentari penelitian ini dan mengatakan bahwa studi tersebut merupakan konsep dengan bukti yang cermat. Jika teknologi bisa mendeteksi atmosfer, maka itu menjadi pertanda baik karena mampu mendeteksi dan mempelajari berbagai atmosfer planet bahkan planet yang mirip dengan Bumi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
***********






Peng Shulin: Pria Menakjubkan Yang Hidup Dengan Tubuh Separuh



    Namanya Peng Shulin dari China. Pada tahun 1995 dia mengalami kecelakaan sebuah truk sehingga mengakibatkan tubuhnya terbelah menjadi 2 bagian. Akibatnya mulai bagian pinggang hingga kaki harus dibuang, sehingga dia harus hidup hanya dengan tubuh dari pinggang ke atas.

    Penderitaan baru saja dimulai ketika Peng harus mengalami tekanan mental dan fisik yang dihadapinya. Mengapa? karena meskipun dia bisa bertahan hidup, hari-harinya harus dilalui di tempat tidur.



    Total 12 tahun dijalani Peng hanya di tempat tidur. Dia tidak memiliki organ tubuh bagian bawah untuk membantu menyangga tubuhnya saat hendak berjalan dengan kedua tangannya.

     Terapi kejiwaan harus dijalaninya dengan amat sangat sabar. Peng harus mempersiapkan hal terburuk yang harus dilalui untuk menjalani waktu di depannya.

    Ada lebih 20 orang dokter spesialis yang berjuang keras menyelamatkan hidupnya pada saat itu. Dan yang pasti, menurut mereka adalah sebuah keajaiban bila Peng Shulin bisa berhasil mempertahankan hidupnya. Bagian bawah tubuhnyapun harus ditambal dengan cara mengambil kulit di bagian tubuhnya yang lain.

    Tetapi bukan Peng bila berputus asa. Senyumnya dan ketegaran hatinya yang luar biasa membuahkan hasil. Tim dokter yang selalu mengawasi perkembangannya, Pusat Penelitian Rehabilitasi China di Beijing selama ini berpikir bagaimana caranya agar Peng bisa beraktifias seperti manusia pada umumnya. Dan hasilnya, sebuah alat bantu telah diciptakan seperti yang terlihat pada gambar.

    Seorang Peng Shulin yang sederhana dan selalu tersenyum dan bersyukur karena masih bisa hidup, kini sangat bergembira. Melalui terapi latihan otot-otot tangan yang diberikan, terapi dan belajar jalan, alat tersebut mampu membantunya bisa berjalan. Dan tentunya masih banyak kesulitan yang harus dihadapinya di masa mendatang.
*****



Inilah 10 Kasus Hukum Yang Siap Menjerat Rizieq Shihab



Mulutmu, harimaumu!
Sepak terjang Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sepertinya bakal terjegal. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh kecerobohan sang habib sendiri dengan mengabaikan arti penting menjaga lisan. Akibat dari lisannya yang tak terkendali, kini Rizieq harus siap menanggung konsekuensinya.

Rizieq Shihab memang tengah hangat diperbincangkan berbagai media akhir-akhir ini, khususnya terkait dengan kasus hukum chat porno yang tengah menjeratnya. Publik sedang menanti-nantikan kepulangannya dari Arab Saudi setelah beliau ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Mei lalu.

Dan siapa sangka, bukan hanya kasus ini saja yang tengah dihadapi oleh Rizieq. Selain chat porno dengan Firza Husein, ternyata ada banyak kasus lain sebelumnya yang datang beruntun sejak Oktober 2016, dan sebagian besarnya bersumber dari ucapan beliau.

Termasuk di dalamnya kasus chat porno, setidaknya ada 10 kasus hukum yang siap menjerat Rizieq Shihab. Berikut ini kronologinya:


1-Dugaan Penghinaan Pancasila.

27 Oktober 2016, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Polda Jawa Barat karena dianggap menghina Pancasila, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP. Dalam kasus ini, pada 30 Januari 2017, Rizieq Shihab resmi ditetapkan sebagai tersangka.

2-Dugaan Pelecehan Umat Kristiani

26 Desember 2016, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya terkait dengan ceramah Imam Besar FPI itu dalam situs YouTube yang dianggap melecehkan umat Kristen.
Rizieq dituduh melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

27 Desember 2016, Student Peace Institute melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa SARA sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

30 Desember 2016, Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama) juga melaporkan Rizieq atas kasus yang sama. Ucapan Rizieq dinilai memecah-belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, memecah-belah umat Islam, serta menimbulkan rasa benci terhadap sesama.

3. Provokasi Terhadap Pemuka Agama Kristen

26 Januari 2017, Max Evert Ibrahim Tangkudu melaporkan atas kasus dugaan provokasi melalui media sosial terhadap pemuka agama Kristen ke  Bareskrim Polri. Max telah berkoordinasi dengan sesama pendeta di Sulawesi Utara sebelum melaporkan Rizieq.

Rizieq dianggap menyebarkan ujaran kebencian atas ucapannya dalam video yang diunggah di Youtube sejak Maret 2016. Dalam video tersebut, ada pernyataan Rizieq berisi kata-kata ancaman akan membunuh pendeta. Hal tersebut dianggap meresahkan para pemuka agama Kristen.

4-Penghasutan Gambar Palu Arit di Uang Kertas Baru

8 Januari 2017, Jaringan Intelektual Muda Anti fitnah melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya atas dugaan meyebarkan berita bohong dan kebencian bermuatan SARA tentang uang kertas baru berlogo palu arit. Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

10 Januari 2017, Solidaritas Merah Putih (Solmet) juga melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya. Menurut Solmet, warga negara Indonesia merasa tersinggung karena tidak terima dengan pernyataan Rizieq ihwal logo palu-arit dalam lembaran uang rupiah baru.

5-Menghina Profesi Hansip

17 Januari 2017, Eddy Soetono yang merupakan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), yang dulu dikenal sebagai Pertahanan Sipil (Hansip), melaporkan Rizieq Shiahab ke Polda Metro Jaya atas dugaan menebar kebencian berbau SARA melalui media elektronik.

Pelaporan itu terkait dengan isi ceramah Rizieq dalam sebuah video yang diunggah di Youtube yang berbunyi "Pangkat jenderal otak Hansip."

Dalam laporan itu, Rizieq dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

6. Dugaan Penistaan Agama

16 Januari 2017, Rizieq dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh warga bernama Khoe Yanti Kusmiran. Khoe mempermasalahkan kalimat Rizieq dalam ceramahnya yang disebut berlangsung di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016.

"Saya dilukai dengan pernyataan beliau yang di YouTube itu. Beliau menyatakan bahwa Tuhan Yesus itu lahir bidannya siapa. Kan kami juga terluka," ujar Khoe di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/1/2017).


7-Dugaan Pelecehan Budaya Sunda

25 Januari 2017, Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, menyampaikan ada yang melaporkan pemimpin FPI, Rizieq Shihab, mengenai ucapan bahasa Sunda sampurasun yang diplesetkan menjadi "campur racun".
Pelapornya adalah Angkatan Muda Siliwangi pada 24 November 2015.

8-Sangkaan Penguasaan Tanah Ilegal di Megamendung, Bogor.

25 Januari 2017, Anton juga menyebutkan bahwa Rizieq Syihab diduga terkait dengan penyerobotan dan pemilikan tanah negara tanpa hak. Tanah yang dimaksud, yaitu lahan Perhutani di Megamendung, Bogor, dekat rumah Rizieq.

9-Kasus Chat Pornografi
30 Januari 2017, Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan penyebaran konten berbau pornografi yang diduga Rizieq Shihab dan Firza Husein ke Polda Metro Jaya. Pada 29 Mei 2017, Rizieq resmi ditetapkan sebagai tersangka. Rizieq dijerat dengan pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


10-Dugaan Penghinaan Umat Hindu di Bali

8 Juni 2017, Kelompok masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Yayasan Sandhi Murti (YSM) melaporkan Rizieq ke Polda Bali atas dugaan provokasi dan ujaran kebencian terhadap agama Hindu di Bali.

Rizieq dilaporkan atas dugaan pelanggaran pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian dalam sebuah video berisi ceramah bertajuk Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS yang diunggah di Youtube pada 21 Mei 2017.

Kini, Rizieq Shihab harus berhadapan dengan ancaman harimau hukum yang siap-siap menerkam sebagai konsekuensi dari ucapan-ucapan yang terlontar dari mulutnya sendiri.

Lantas, jurus apa yang hendak dipakai Rizieq Shihab untuk bisa meloloskan diri? Kita lihat saja. Yang pasti, tak boleh ada seorangpun yang kebal hukum di negeri ini, tak peduli ia tokoh besar, jendral, bahkan presiden sekalipun.

Seperti kata pepatah Latin, Fiat justitia ruat caelum, tegakkan keadilan walau langit runtuh!



Monday, March 20, 2017

Terkuak, Misteri "Jantung Berdegup" Lukisan Bung Karno

    Ada yang ganjil pada lukisan potret Presiden Sukarno yang terpasang di galeri di dalam Kompleks Makam Bung Karno.

    Berbingkai kayu kelir emas, lukisan berukuran sekitar 1,5 x 1,75 meter tersebut ditopang penyangga besi sekitar setengah meter dari dinding. Lukisan dipasang dekat pintu masuk Galeri sehingga tampak mencolok bagi pengunjung yang masuk.


    Tak ada yang aneh saat melihat lukisan ini dari depan. Keganjilan baru terungkap ketika pengunjung melihat lukisan dari samping. Kanvas di dada kiri Bung Karno bergerak maju-mundur, menciptakan ilusi degup jantung. Menariknya, ritme degup jantung ini sekitar 60-70 detak per menit, mirip manusia normal.

    Sebagian kalangan menganggapnya sebagai bukti kesaktian Bung Karno, meskipun sebenarnya ada penjelasan ilmiah untuk menjelaskan fenomena ini. Staf Galeri Bung Karno, Friska Fauzi menjelaskan, kondisi fisik lukisanlah yang mendukung terjadinya degupan.

    Pelukis menumpahkan kecerdasannya ke bidang kanvas dengan mengatur komposisi. Dada kiri Bung Karno diletakkan tepat di tengah lukisan sehingga menjadi fokus utama mata yang memandangnya. Dimensi panjang dan lebar bidang lukis juga dibuat persegi panjang sehingga memiliki daerah lentur di bagian tengah tersebut. Dorongan kecil oleh angin membuat bagian tengah lukisan bergerak konstan.

    Itulah kenapa lukisan tidak dipasang di dinding. Keberadaan benda keras di belakang kanvas menutup akses aliran udara sehingga tak bisa menciptakan efek degup. Demikian pula di bagian depan, tak diberi lapisan kaca supaya permukaan lukisan bisa bersentuhan dengan udara.



********


Wednesday, March 1, 2017

11 Teror Bom Terdahsyat Sepanjang Sejarah Indonesia


Terorisme dalam sejarah Indonesia lebih didominasi oleh misi pendirian negara Islam (khilafah Islamiyah). Pada awalnya aksi ini dilakukan oleh kelompok Jema'ah Islamiyah yang berafiliasi dengan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.

Serangan teror dengan peledakan bom mulai secara masif mengguncang Indonesia sejak tahun 2000, dengan sasaran "negara Barat." Namun, belakangan misi telah bergeser kepada pendirian Negara Islam Irak dan Syiria, ISIS.

Tidak lagi pada simbol-simbol asing (Barat) sebagai target, namun kini lebih kepada aparat terutama kepolisian, dan bahkan masyarakat umum pun tak jarang ikut dijadikan korban.
 
Berikut ini 11 serangan bom terdahsyat sepanjang sejarah Indonesia, dengan korban tewas terbanyak:


1. Bom Bursa Efek Jakarta-2000.
Serangan teroris mulai mengguncang Indonesia pada 14 September 2000, ketika serentetan bom mobil meledak di ruang bawah tanah, lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta.

Korban tewas         : 5 orang.
Korban luka-luka   : 90 orang.

2. Bom Malam Natal-2000. 

 

Pada malam Natal 24 Desember 2000, terjadi serentetan serangan teror bom di sejumlah gereja di Indonesia di beberapa kota, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Pangandaran, Bandung, Mojokerto, Mataram. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah. 


Korban tewas    :16 orang
Korban luka-luka: 96 orang.

3. Bom Gereja St Anna dan HKBP-2001


Serangan terorisme kembali terjadi, sekitar pukul 07.05, ketika pastor tengah berkhotbah, bom meledak di dalam ruangan Gereja Santa Anna di Jl. Laut Arafuru Blok A7/7, Duren Sawit. Pada saat hampir bersamaan, pukul 06.55, bom juga meledak di lapangan parkir Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jatiwaringin.

Korban tewas: 5 orang.

4. Bom Bali I-2002. 

 

Ini adalah serangan terorisme terparah dan terdahsyat dalam sejarah Indonesia. Terjadi tiga peristiwa pengeboman yang pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali dan satu ledakan di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat.


Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka, kebanyakan korban WN Australia.

Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50-150 kg.

Para pelaku: Dr. Azahari (tewas dalam penyergapan di Kota Batu-9 November 2005),  Dulmatin (tewas-9 Maret 2010),  Ali Ghufron, Imam Samudra, Amrozi (terpidana mati, eksekusi 9 November 2008). Umar Patek (tertangkap di Pakistan,  21 Juni 2012 dipidana 20 tahun penjara), Abdul Gani dan  Ali Imron (didakwa seumur hidup).

Abu Bakar Ba'asyir diduga terlibat dalam pengeboman ini dan pada 16 Juni 2011, divonis 15 tahun oleh PN Jakarta Selatan atas keterlibatan dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.

5. Bom JW Marriott-2003.

Serangan teror ini dilakukan dengan bom mobil bunuh diri yang diledakkan di hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada pukul 12:45 dan 12:55 WIB pada 5 Agustus 2003.

Dilaporkan 12 orang tewas dan 152 orang luka-luka.

6. Bom Kuningan-2004. 

 
Serangan teror oleh kelompok Jama'ah Islamiyah ini dilakukan dengan sebuah bom mobil diledakkan di depan Kedutaan Besar Australia pada pukul 10.30 WIB di kawasan Kuningan, Jakarta pada 9 September 2004.


Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara Plaza 89, Menara Grasia dan Gedung BNI. Ini merupakan aksi terorisme besar ketiga yang ditujukan terhadap Australia yang terjadi di Indonesia setelah Bom Bali 2002 dan Bom JW Marriott 2003.

Dilaporkan 9 orang tewas dan 150 luka-luka.

7. Bom Tentena-2005. 
 
 
Pukul 08:15  pada 28 Mei 2005 terjadi ledakan bom di Pasar Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 15 orang telahditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bom tersebut.
Tercatat 20 orang tewas, 50 orang luka-luka.

8----Bom Bali II-2005. 



Bali kembali diguncang ledakan bom. Pada 1 Oktober 2005, serangan teror kembali muncul dengan serangkaian pengeboman. Terjadi tiga ledakan, satu di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan dua ledakan di Nyoman Café, Jimbaran.

Sedikitnya 23 orang tewas dan 196 orang luka-luka.






 


9. Bom Pasar Palu-2005. 

 

Pada 31 Desember 2005 ledakan bom terjadi di Pasar Babi di kawasan Maesa, Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah. Ledakan memporak-porandakan kios yang ada di pasar daging tersebut.

Dilaporkan, 8 orang tewas dan 54 orang luka-luka.

10. Bom Mega Kuningan-2009.
 

Serangan teroris berulang lagi. Kali ini, bom bunuh diri terjadi di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada 17 Juli 2009.

Kedua pelaku tewas di tempat, Dani Dwi Permana asal Bogor dan Nana Ikhwan Maulana asal Pandeglang. Diduga 11 orang terlibat dalam aksi tersebut, termasuk Noordin M. Top sebagai otak pelaku utama dan Ibrohim sebagai orang dalam di Hotel Ritz-Carlton yang menyelundupkan bom.

Dikabarkan, 9 orang korban dan 50 orang luka-luka, baik WNI maupun warga asing.

11. Bom Thamrin-2016.

Ini adalah serangan terorisme terbaru yang mengguncang Indonesia setelah beberapa tahun sempat mereda. Pada 14 Januari 2016, Jakarta dikejutkan dengan serentetan, sedikitnya enam ledakan, dan penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Pelaku, 7 orang adalah Kelompok Bahrun Naim yang berafiliasi dengan organisasi Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS) yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror ini.

Dilaporkan, 8 orang (4 pelaku dan 4 warga sipil) tewas dan 24 lainnya luka-luka. 


Salam...
El Jeffry

11 Pemimpin Negara Yang Hidupnya Berakhir Tragis



Menjadi pemimpin tertinggi dan penguasa dalam lingkup negara, merupakan pencapaian luar biasa bagi setiap manusia. Namun, karena panggung politik penuh dengan drama konflik dan kepentingan jutaan mausia, maka resiko politiknya juga tiada bandingnya, dan kadang harus dibayar mahal dengan nyawa.

Berikut ini kami rangkum berdasarkan kurun waktu kejadian, 11 pemimpin negara, Presiden/Perdana Menteri yang hidupnya berakhir tragis dengan terbunuh, baik ketika masih dalam masa jabatan maupun di masa setelahnya. 


 1. Abraham Lincoln
(12 Februari 1809-14 April 1865)
 
Abraham Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa dan menghapuskan perbudakan. 

Abraham Lincoln terbunuh pada 14 April 1865, saat sedang menyaksikan pertunjukan teater, ditembak oleh oleh seorang pemain teater, John Wilkes Booth, yang disusupkan oleh kelompok pro-perbudakan. Lincoln tercatat sebagai Presiden pertama AS hidupnya berakhir tragis menjadi korban pembunuhan.

2. Maximilian I: Presiden Meksiko
(6 Juli 1832-19 Juni 1867)

Maximilian I adalah anggota keluarga kerajaan Austria, Habsburg-Lorraine. Dengan dukungan Napoleon III dari Perancis dan monarkis Meksiko, ia dinyatakan sebagai Presiden Meksiko pada 10 April 1864. Ia memerintah selama lebih dari tiga tahun.
 
Menyusul terjadinya Civil War di AS, para pendukungnya yang kebanyakan dari Pasukan perancis ditarik mundur. Napoleon III tidak ingin mengambil risiko karena veteran tentara Amerika menang, sementara ia juga menghadapi kebangkitan kembali Prusia di Eropa.

Banyak pemerintahan asing menolak mengakui pemerintahannya, terutama Amerika Serikat. Hal ini meyakinkan keberhasilan pasukan Republikan yang dipimpin oleh Benito Juárez, dan hidup Maximilian pun berakhir tragis. Ia dieksekusi setelah ditangkap oleh Republikan di Querétaro tahun 1867.

3. John F. Kennedy: Presiden Amerika Serikat 

(29 Mei 1917-22 November 1963)

John F. Kennedy adalah presiden kedua Amerika Serikat yang hidupnya berakhir tragis, menjadi korban pembunuhan setelah Abraham Lincoln. Saat sedang melakukan lawatan ke negara bagian Texas pada 22 November 1963, John F. Kennedy ditembak oleh seseorang.

 Ia tertembak di atas mobil kepresidenan. Saat itu, pihak berwenang menetapkan Lee Harvey Oswald sebagai pelaku pembunuhan Kennedy. Namun, hingga kini, kontroversi mengenai pembunuhan Kennedy ini belum selesai.

 
4. Salvador Allende: Presiden Chile
(26 Juni 1908-11 September 1973)

Salvado Allende adalah Presiden ke-29 Chile, berkuasa dari tahun 1970 hingga 1973. Yang menarik, Allende adalah presiden berhaluan marxis pertama di Amerika Latin yang berhasil merebut kekuasaan melalui jalan parlemen.

Pada 11 September 1973, pasukan sayap kanan yang dikomandoi Chile Augusto Pinochet melancarkan kudeta militer.Istana Moneda dikepung oleh tank dan dibombardir oleh pesawat tempur. Salvador Allende memilih tidak menyerah dan bersiap bertempur hingga akhir. Saat itu, ia turut menenteng senjata AK-47.

Kematian Allende penuh kontroversi. Namun banyak rakyat Chile menyakini bahwa Allende dibunuh oleh militer pendukung Pinochet.

5. Juan Jose Torres: Presiden Bolivia
(5 Maret 1920-2 Juni 1976)

Juan José Torres adalah Presiden ke-61 Bolivia. Ia memerintah tidak sampai setahun, yakni dari Oktober 1970 hingga Agustus 1971. Ia adalah seorang petinggi militer berpikiran progressif.

Pada 1976, militer Argentina di bawah Jorge Videla melancarkan kudeta. Begitu berkuasa, Videla terlibat dalam Operasi Condor untuk membasmi gerakan kiri di Amerika Latin. Dengan Operasi Condor ini pula, hidup Torres berakhir tragis. Ia ditembak mati oleh pasukan pembunuh suruhan Jorge Videla.



Meskipun pemerintahannya berdurasi pendek, memori Torres 'masih dihormati oleh strata masyarakat yang paling miskin Bolivia. Jenazahnya akhirnya dipulangkan ke Bolivia pada tahun 1983, di mana ia menerima pemakaman kenegaraan secara besar-besaran.

6. Anwar Sadat: Presiden Mesir
(25 Desember 1918-6 Oktober 1981)

Mohammad Anwar Al Sadat adalah Presiden ke-3 Mesir. Ia memerintah Mesir dari tahun 1970 hingga 1981. Karir Anwar Sadat dimulainya dengan menjadi anggota militer Mesir di Kairo pada 1938 dan bergabung dalam Gerakan Perwira yang bertekad untuk membebaskan Mesir dari kolonialisme Inggris.

Setelah menjabat sebagai Wakil Presiden sejak 1964, Sadat  menggantikan presiden Nasser yang wafat pada 1970.  Kekuasaannya bertahan hingga 11 tahun. Bersama Presiden Suriah Hafez al Assad, Sadat memimpin perang Yom Kippurmelawan Israel untuk mengambil alih Gurun Sinai yang direbut oleh Israel dalam Perang Enam Hari.

Namun pertempuran ini berakhir dan Sadat menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Dunia Arab mengecam dan menganggapnya berkhianat. Hidup Sadat berakhir dengan tragis pada 6 Oktober 1981. Dalam acara parade militer memperingati perang Yom Kipur Sadat diberodong oleh sekelompok militer.

7. Indira Gandhi: PM India
(19 November 1917-31 Oktober 1984)


Indira Priyadarshini Gandhi adalah putri Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru. Ia menjadi wanita pertama yang menjabat Perdana Menteri di India. Menjabat sejak  24 Januari 1966-24 Maret 1977, kemudian berlanjut pada 14 Januari 1980-31 Oktober 1984.

Indira Gandhi merupakan seorang wanita yang penuh gejolak dan sangat kontroversial sebagai pimpinan partai politik dan politik negaranya. Dalam masa jabatannya, India pun mengalami peperangan dengan rivalnya, Pakistan.

Peperangan India dan Pakistan menyebabkan instabilitas dan krisis finansial di India. Pada 31 Oktober 1984, hidup Indira berakhir tragis setelah dibunuh oleh pengawal pribadinya sendiri.

8.Rajiv Ratna Gandhi: PM India
(20 Agustus 1944-21 Mei 1991)

Rajiv Gandhi adalah anak tertua dari Perdana Menteri Indira Gadhi dan Feroze Gandhi. Rajiv menjabat sebagai Perdana Menteri India yang keenam, menggantikan ibunya yang terbunuh sejak 31 Oktober 1984 hingga 2 Desember 1989 melalui pemilihan (a general election defeat). 
 

Ia menjabat Perdana Menteri India ketika berusia 40 tahun, sehingga ia tampil sebagai yang termuda saat menduduki jabatan perdana menteri.

Senasib dengan ibunya yang hidupnya berakhir tragis dengan pembunuhan, Rajiv Gandhi mengalami hal serupa. Pada 21 Mei 1991, ia terbunuh di usia 46 tahun, oleh separatis Tamil dari Sri Lanka, Thenmuli Rajaratnam yang saat itu mengalungkan rangkaian bunga berisi bom ke lehernya.

9. Saddam Hussein: Presiden Irak
(28 April 1937 - 30 Desember 2006)

Saddam Hussein menjabat sebagai presiden ke-5 Irak, 1979-2003. Selama waktu itu, ia berjuang dalam dua perang berdarah dan gagal untuk menyatukan Khuzestan dan kemudian Kuwait menjadi satu dengan Irak. Dalam perang kedua, ia juga menyerang Israel dengan rudal Scud.
Perang ketiganya menjadi akhir dari tahtanya, saat ia sekali lagi dihadapkan sebuah koalisi internasional. Tidak seperti pada tahun 1991, koalisi kedua tidak hanya menjadikan kekalahan militer, tapi juga kejatuhannya.

Dalam perang melawan invasi AS tahun 2003, dia kehilangan kedua putranya dan sendirian sampai ditangkap di sebuah bunker kecil yang sangat memprihatinkan. Dalam pengadilan dia diputuskan bersalah atas pembantaian terhadap warganya dan hidupnya berakhir tragis di tiang gantungan.

10. Benazir Bhutto: Perdana Menteri Pakistan
(21 Juni 1953-27 Desember 2007)

Benazir Bhutto adalah wanita pertama yang memimpin sebuah negara Muslim pasca-kolonialisme. Bhutto terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, namun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh kudeta militer atas dukungan presiden Ghulam Ishaq Khan, yang secara kontroversial menggunakan Amendemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa diselenggarakannya pemilu.


Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan pertimbangan khusus yang diberikan oleh Amendemen ke-8.

Pada 2007, dia berniat untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilu 2008. Sayang, hidupnya berakhir tragis. Pada 27 Desember 2007, saat sedang melakukan kampanye di Rawalpindi, daerah dekat Ibu Kota Islamabad, sebuah serangan bom disertai rentetan tembakan mengakhiri perjalanan hidup Benazir Bhutto.

11.Mu'ammar Qaddafi: Presiden Libya
(7 Juni 1942-20 Oktober 2011)

Mu'ammar Qaddafi berkuasa di Libya selama 42 tahun sejak 1969,setelah menggulingkan kekuasaan monarki pimpinan Raja Idris. Pemimpin yang selalu menentang Barat ini juga sering kali dituding melancarkan aksi teror dengan mendanai serta mempersenjatai beberapa kelompok pemberontak di wilayah Afrika.


Selain itu, ada pula beberapa insiden pengeboman yang diduga melibatkan Qaddafi. Dirinya juga dianggap melakukan tekanan terhadap para oposisinya sendiri. Pada Februari 2011, ketika Mesir telah menggulingkan rezim militer Husni Mubarak, muncul gelombang demonstrasi di Libya yang menentang Qaddafi.
 
 Gelombang demonstrasi menjelma menjadi perang saudara. Para penentang Qaddafi dibantu oleh NATO dan Barat. Oposisi Libya akhirnya berhasil mengalahkan penguasa Libya tersebut dan hidup Qaddafi pu berakhir tragis dengan dibunuh secara sadis.
 
Salam...
El Jeffry


Monday, February 27, 2017

11 Penguasa Diktator Yang Hidupnya Berakhir Tragis



"Siapa menanam, bakal memetik" Setiap manusia akan memperoleh balasan yang setimpal dengan perbuatannya, tak terkecuali bagi para diktator yang memimpin dengan kejam.

Seringkali, pemerintahan para diktator yang diidentikkan dengan tangan besi, membuat para penguasa ini berakhir buruk dan tragis.  Ada yang dikhianati, diusir paksa dari negaranya, bahkan hingga dibunuh.

Berikut ini kami rangkum 11 pemimpin diktator yang bernasib tragis di akhir hidupnya:

12. Alfredo Stroessner: Paraguay
(3 November 1912- 16 Agustus 2006)



Alfredo Stroessner menjadi diktator yang memimpin Paraguay nyaris selama 4 dekade sejak tahun 15 Agustus 1954-3 Februari 1989. Rezim Stroessner diwarnai oleh aksi penyiksaan, penculikan dan brutalitas polisi. Kekuasaan Stroessner berkahir oleh kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Andrés Rodriguez.

Pada 16 Agustus 2006 Stroessner meninggal dalam pengasingannya di Brasil pada usia 93 tahun karena radang paru-paru dan stroke. Majalah TIME pernah menulis rezim Stroessner merupakan rezim yang bertahan paling lama di antara para diktator lain di negara barat.

11. Fulgencio Batista: Kuba
(16 Januari 1901- 6 Agustus 1973)

Fulgencio Batista berkuasa selama lenih dari 2 dekade. Cecara de facto, ia menjabat sebagai Presiden Kuba periode 1933–1940, secara de jure periode 1940–1944 dan diktator bergelar presiden periode 1952–1959 lewat aksi kudeta.

Hampir semua sektor pemerintah dikontrol secara otoriter oleh Batista. Mulai dari ekonomi, kongres, pendidikan, hingga media. Selain itu, Batista juga memperkaya dirinya sendiri dengan uang negara.

Kepemimpinannya berakhir pada 1 Januari 1959 setelah insiden Revolusi Kuba yang dilancarkan Fidel Castro. Batista lalu kabur ke Republik Dominika, kemudian pindah ke Portugal dan Marbella, Spanyol. Ia meninggal pada 6 Agustus 1973 di Guadalamina, Spanyol.

10. Antonio Salazar: Portugal
(28 April 1889 -27 Juli 1970 
 
Salazar dikenal sebagai salah satu pemimpin diktator paling otoriter di Benua Eropa. Memimpin Portugal sejak 1932 hingga 1968, Salazar memegang teguh visi anakronistik, yakni bahwa Portugal masih memiliki kekuatan kekaisaran dan berhak menginvasi koloni-koloninya di selatan Afrika.

Rezim Salazar dijuluki ‘Estado Novo’ atau negara baru, yang membanggakan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, namun masih sarat dengan penindasan. Pada tahun 1960-an, muncul pemberontakan besar-besaran terhadap rezim Salazar di Mozambik dan Angola.

Hidup Salazar berakhir tragis. Saat menderita pendarahan otak pada tahun 1968, ia dilengserkan dari kekuasaannya secara diam-diam. Dan tahun 1974, Revolusi Bunga menandai berakhirnya rezim Salazar.

9. Ferdinand Marcos: Filipina
(11 September 1917-28 September 1989)
 

Di kawasan Asia, Ferdinand Marcos adalah diktator yang dikenal kejam terhadap media dan lawan-lawan politiknya. Marcos menjadi Presiden Filipina sejak 30 Desember 1965-25 Februari 1986.

Selama dua dekade masa pemerintahannya, Marcos Selalu menggaungkan ancaman komunis revolusioner, dan menggunakannya membungkam media dan menangkap lawan-lawan politiknya.
Di masa kepemimpinan Marcos, kronisme dan korupsi meluas. Miliaran uang negara disedot ke rekening pribadi Marcos di Swiss.

Pada tahun 1986, Marcos kembali terpilih menjadi Presiden Filipina. Namun pemilu yang diduga dipenuhi kecurangan, intimidasi, dan kekerasan ini menjadi titik klimaks bagi dirinya. Ia dilengserkan dalam Revolusi EDSA pada tahun yang sama.

Bersama istrinya, Imelda, Marcos melarikan diri dari Filipina. Marcos meninggal di pengasingannya di Hawaii pada tahun 1989 akibat penyakit ginjal, jantung dan paru-paru.

8. Jean-Claude Duvalier: Haiti
(3 Juli 1951-l 4 Oktober 2014)
  
Jean-Claude Duvalier sering dipanggil ‘Baby Doc’. Dialah orang termuda yang menjadi presiden karena dia baru berusia 19 tahun saat menggantikan ayahnya yang tewas pada 1971.

Duvalier segera menjadi diktator dan berkuasa selama 15 tahun sejak 22 April 1971 hingga 7 Februari 1986 dan mengakibatkan kelaparan dan resesi ekonomi di Haiti. Tahun 1986, karena terdesak keadaan Duvalier melarikan diri ke Perancis.

Duvalier juga mengambil milyaran dolar dari dana yang digelapkannya. Di Prancis, ia hidup dengan mewah, memiliki sebuah vila di perbukitan Cannes, dua buah apartemen di Paris, sebuah chateau, ditambah dengan sebuah mobil Ferrari. Namun Duvalier kehilangan hampir 750 juta dolar karena perceraiannya dengan istrinya, Michelle Duvalier, dan meninggal pada 14 Oktober 2014 dalam kondisi hidup amat sederhana.

7. Slobodan Milosevic: Serbia
(20 Agustus 1941-11 Maret 2006)
  
Slobodan Milosevic, Presiden Serbia yang sagat otoriter akan selalu diingat sejarah karena kejahatan perang Serbia-Bosnia. 8 Mei 1989 – 23 Juli 1997.

Dalam perang 1992-1995 itu, Milosevic dan pasukan Serbia membantai ribuan penduduk Muslim Bosnia. Kemudian ia disidang dengan dakwaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya di Kosovo. Pada 11 Maret 2006, Milosevic meninggal di sel tahanannya di Den Haag, Belanda.

6. Nicolae Ceausescu: Rumania
(26 Januari 1918- 25 Desember 1989)

Kediktatoran Nicolae Ceausescu dalam memerintah Rumania berlangsung selama 24 tahun dari 9 Desember 1967-22 Desember 1989. Di era kepemimpinannya, Rumania menjadi satu-satunya negara di Eropa yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi.

Pada  25 Desember 1989, Ceausescu diadili secara kilat di pengadilan militer dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan berlapis, mulai dari memperkaya diri secara ilegal hingga genosida dan kemudian dieksekusi di hadapan regu tembak di Târgovi?te.  Video pengadilan menunjukkan, setelah vonis, Ceau?escu dan istrinya diikat lalu digiring ke luar gedung pengadilan untuk dieksekusi.

5. Mobutu Sese Seko: Zaire-Kongo
(14 Oktober 1930-7 September 1997)
Jenderal Mobutu Sese Seko menjadi Presiden di Kongo selama 32 tahun sejak kudeta pada tahun 1965 hingga 1967. Dia selalu tampil dengan kopiah bercorak macan tutulnya yang khas. Selama memerintah, Mobutu diduga melakukan banyak pelanggaran HAM. Korupsi merajalela di negara ini.

Kekuasaan Mobutu berakhir 16 Mei 1997 setelah  kelompok pemberontak Tutsi dan kelompok lain anti-Mobutu berkoalisi membentuk Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire dan berhasil menguasai Kinshasha. Laurent Kabila akhirnya menjadi presiden baru. Mobutu kemudian lari ke Togo, kemudian ke Maroko dan pada 1997 tewas karena kanker prostat.

4. Idi Amin: Uganda
(1920-an-16 Agustus 2003)
 

Idi Amin memerintah Uganda selama 8 tahun dari 25 Januari 1971-13 April 1979. Amin yang merupakan perwira militer ini merebut kekuasaan dari Perdana Menteri Milton Obote.
Selama pemerintahannya, Idi Amin mengusir ribuan orang India berkewarganegaraan Inggris dari Uganda. Dia juga diduga melakukan banyak pembunuhan pada lawan-lawannya. Di masa Idi Amin pula ekonomi Uganda morat-marit.

Akhirnya pejuang Uganda yang dibantu tentara Tanzania berhasil menggulingkan Idi Amin. Dia kemudian lari ke Libya dan ditampung sahabatnya Mu'ammar Qaddafi. Amin akhirnya pindah ke Arab Saudi hingga meninggal di Jeddah tahun 2003.

3. Pol Pot: Kamboja
 (19 Mei 1928-15 April 1998)
Hanya 4 tahun Pol Pot dan Khmer Merah memerintah Kamboja. Tapi selama kurun waktu 1975 hingga 1979, kepemimpinan otoriternya yang kejam, tidak kurang dari 1,7 juta rakyat Kamboja dijadikan sebagai ladang pembantaian.

Kekuasaan Pol Pot mulai berakhir sejak invasi Vietnam ke Kamboja tahun 1978 yang membuat Pol Pot terdesak dari Phnom Penh. Dia melanjutkan pemerintahannya dari hutan, sebelum akhirnya persembunyiannya dibocorkan anak buahnya sendiri. Pol Pot tewas saat menjalani tahanan rumah pada 15 April 1998.

2. Benito Mussolini: Itali
(29 Juli 1883-28 April 1945)

  
Mussolini adalah seorang pemimpin Partai Fasis Nasional dari Italia. Ia adalah diktator Italia pada periode 1922-1943. Ia dipaksa mundur dari jabatan Perdana Menteri Italia pada 28 Juli 1943 setelah serangkaian kekalahan Italia di Afrika. Setelah ditangkap, ia diisolasi. Dua tahun kemudian, ia dieksekusi di Como, Italia utara. Mayatnya kemudian digantung terbalik di Piazzale Loreto, Milan.

1. Adolf Hitler: Jerman
(20 April 1889- 30 April 1945) 

Diktator Jerman sekaligus pemimpin partai Nazi bergelar Führer und Reichskanzler ini mengobarkan perang dunia kedua di seluruh Eropa. Mimpinya adalah  mendirikan Orde Baru hegemoni Jerman Nazi yang absolut di daratan Eropa.

Di masa kediktatoran Hitler berlangsung selama 11 tahun dari tahun 1934 sampai 1945, ia melakukan pembantaian sadis terhadap 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta etnis "non-Arya". 

Tahun 1943, Jerman mengalami serangkaian kekalahan dalam pertempuran. Hitler akhirnya dikalahkan pasukan sekutu.  Tanggal 30 April 1945, Hitler ditemukan bunuh diri bersama istrinya di dalam sebuah bunker.