Tuesday, December 20, 2016

PELAJARAN IBLIS

Dan (ingatlah), ketika Kami (Allah) berfirman kepada para malaikat : “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali iblis. Ia (iblis) berkata: “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?“ (QS Al Israa’ : 61).

Iblis berkata : “Aku lebih baik dari padanya,karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.“ (QS Shaad : 76)

Lalu ia berkata : “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan dari pada aku ? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai HARI KIAMAT, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil saja (yang selamat)“ (QS Al Israa’: 62)

Maka iapun enggan dan kafir (menentang) sehingga Allah melaknatnya sampai HARI KIAMAT, di neraka jahanam-lah kelak ia diadzab, seburuk-buruk tempat.

IBLIS, la'natullah 'alaih, telah mengajarkan sebuah ibrah, bahwa ia telah melakukan 3 kesalahan fatal:

1. Menggunakan prasangka, persepsi pribadi sebelum mendapat pengajaran ilmu, pengetahuan ( dari Allah ) dalam menyikapi suatu perkara.

“... Hai orang- orang beriman, jauhilah kebanyakan PRASANGKA, sesungguhnya sebagian dari PRASANGKA adalah DOSA...“ (QS Al Hujuraat: 12)

2. Menyangka kemulian tergantung dari materi (kebendaan), zat pembentuk makhluk, bahwa api lebih baik dari pada tanah.

Padahal , "Sesungguhnya yang paling MULIA di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling berTAKWA." (QS AL Hujuraat:13)

3. Keliru menyikapi kesalahan pertama dengan melakukan kesalahan kedua, akhirnya menjadi kesalahan berantai. Bukannya bertaubat, tapi justru putus asa dari rahmat dengan memilih tetap membangkang perintah.

"Katakanlah (ya Muhammad ) : Wahai hamba- hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, anganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa- dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Az Zumar: 53)

SIKSA neraka bermula dari KESOMBONGAN, DAN kesombongan bermula dari tiadanya PENGETAHUAN, hanya PRASANGKA, prakira dan praduga belaka... ***

El Jeffry