Wednesday, May 16, 2012

Pelajaran Api


Sebuah api ditunjukkan kepada lima orang dalam suatu kumpulan, lalu mereka menyikapinya dengan cara yang berbeda.
Orang Jawa berkata, “ Iki geni… ”
Orang Inggris berkata, “ This is fire… “
Orang Arab berkata, “ Hadzan nar… “

Orang buta berkata, “ Kalian semua salah ! Aku tak melihat apa- apa, kecuali kegelapan dan warna hitam ! “
Orang bisu hanya terdiam tak bisa berkata apa- apa kecuali melihat saja.

Perselisihan tak terhindarkan, hampir saja menjadi permusuhan sebelum orang arif datang lalu berujar dengan tenang :

“ Kalian semua benar, hanya bicara dengan bahasa yang berbeda, tak ada yang perlu diperselisihkan. Yang buta juga benar, sebab ia tak melihat apa- apa. Yang bisu juga benar, ia hanya tak mampu berkata- kata… “

~ KEPICIKAN pengetahuan mengundang perselisihan, KEBUTAAN menyulut permusuhan, dan KEBISUAN tak bisa menjernihkan suasana.
Hanya KEARIFAN yang bisa meredam perselisihan, memadamkan api permusuhan dan mencegah perpecahan dalam suatu KUMPULAN manusia. 

Salam...
El Jeffry



3 PELAJARAN AIR


Pada air setidaknya ada 3 pelajaran di antara hikmah yang tak terhitung jumlahnya.

- Adaptif, lentur, luwes, fleksibel.

Dalam setiap tempat dan keadaan air sanggup menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri dalam sifat dan zatnya. Dia bertempat di gelas, jadilah ia berbentuk gelas dengan sempurna, di kuali, bak mandi, sungai, danau dan laut, volume air membentuk bangun yang sama persis dengan relief dan tekstur yang ditempatinya, dan tetap ia adalah air, tanpa berubah kecuali hanya bentuk permukaan bidang sisi-sisinya.

-Tunduk, taat dan patuh penuh totalitas (kaffah) pada hukum.

Selama hukum gravitasi berlaku di muka bumi, air tak pernah sedikitpun berani melanggarnya, ia akan selalu menuju ke bawah, turun dan turun dengan penuh kepatuhan mutlak. Dia hanya sesekali bergerak naik, menguap jika hukum pula yang menghendaki untuk naik saat proses terjadinya hujan. Berubah bentuk (zat) untuk sementara menjadi awan (gas), lalu dengan kepatuhan hukum langitan kembalilah ia kepada bentuk semula, titik-titik air hujan yang jatuh pula penuh kepatuhan ke muka bumi.

-Brilian meramu adonan keragaman.

Air adalah media terbaik untuk menghimpun berbagai zat dan sifat yang berbeda menjadi sebuah formula (zat) baru dengan hasil yang sempurna. Larutan (liquid), senyawa, campuran, adonan, ramuan, gel (cairan kenyal) hanya akan sempurna tercipta dengan bantuan media air. Jutaan dan milyaran zat dari unsur yang berbeda-beda bisa ‘disulap’ oleh air menjadi sesuatu yang baru sebagai kesatuan dengan nilai, sifat, khasiat dan manfaat jauh lebih baik dibandingkan dengan ketika unsur-unsur itu bertebaran terpisah-pisah dalam wilayah sendiri-sendiri. Satu dalam keragaman, ragam dalam kesatuan.

Seandainya manusia sanggup menangkap dan belajar dari 3 hikmah itu saja, niscaya sudah cukup mengantarkannya memahami dunia dan hidupnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Semoga...

El Jeffry