Wednesday, May 9, 2012

ARTI KEBERSAMAAN


Bila nilai-nilai ketuhanan belum cukup membuat kita memahami pentingnya kebersamaan hidup dalam berbangsa dan bernegara, mungkin nilai-nilai kemanusiaan akan lebih mudah bagi kita memahaminya.

Bila nilai-nilai kemanusiaan juga masih terlalu sulit, mungkin nilai-nilai sejarah dan kesamaan tanah kelahiran akan lebih mudah bagi kita memahaminya.

Bila itu belum cukup, mungkin nilai-nilai kerakyatan dan hikmah kebijaksanaan lebih mudah bagi kita untuk memahaminya. Bila itu masih belum cukup juga, mungkin nilai-nilai keadilan akan memaksa kita untuk memahaminya.

Bila nilai-nilai keadilan juga masih belum cukup juga, mungkin kita perlu hijrah ke planet lain di luar bumi, sebab tidak ada satu nilaipun yang cukup membawa kita memahami kehidupan manusia di alam dunia.

Atau mungkin kita salah lahir ke dunia ini, atau kita yang salah tafsir tentang hidup ini, atau mungkin kita sesungguhnya memang tak pernah lahir, kecuali hanya proses alam dari seonggok daging yang bermula dari janin, lalu berubah menjadi makhluk hidup primata dewasa bernama manusia. Namun sejatinya kita belum memahami arti jiwa manusia, hingga kita sanggup mengenal diri kita, Tuhan kita, kemanusiaan, persatuan, hikmah kebijaksanaan, dan keadilan.

“Siapa mengenal dirinya, niscaya mengenal Tuhannya...” (al-hadits) ***

El Jeffry