Monday, April 30, 2012

PANDAI, CERDAS, CERDIK ATAU LICIK?

Jika ilmu-pengetahuan ibarat pedang, maka:
- orang pandai memiliki banyak pedang (jumlah-kuantitas), 
- orang cerdas  memiliki ketajaman pedang (mutu-kualitas), 
- orang cerdik memiliki kemahiran memainkan pedang untuk kebaikan (mutu-kualitas positif), 
- orang licik memiliki kemahiran memainkan pedang untuk kejahatan (mutu-kualitas negatif).


Sebaik-baik orang berilmu adalah orang pandai, cerdas sekaligus cerdik . Mereka ini kaum cerdik pandai-cerdik cendekia, menunaikan amanat ilmu dengan menjaga fitrahnya, membawa manfaat dan maslahat bagi manusia dan dunia, sehingga mengangkat derajat pemiliknya. 


Kombinasi kualitas pengetahuan, ketajaman hati dan pikiran, kecerdasan mengatasi problem-problem kehidupan dan kemampuan tinggi dalam strategi, taktik dan teknik. Beruntunglah mereka, karena inilah kriteria manusia terbaik.


Dan seburuk-buruk orang berilmu adalah pandai tapi licik, mereka inilah orang yang mengkhianati amanat ilmu dengan menyelewengkannya dari fitrahnya, membawa mudlorot dan kerusakan dunia, sehingga menjatuhkan derajat pemiliknya ke tempat hina-dina. Celakalah mereka, dunia dan akhiratnya.


Jika suatu kaum banyak dihuni oleh kelompok terakhir ini, hancurlah perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan inilah tanda-tanda nyata bahwa kiamat sudah hampir tiba. Semoga kita terhindar dari bencananya...


“...niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan dan orang-orang yang diberi ilmu beberpa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan...” (QS [58] Al-Mujaadilah: 11)***


El Jeffry