Saturday, March 24, 2012

KAIN KEHIDUPAN

( Sekilas Meretas Jiwa Cerdas )

Selembar kain kehidupan terbentuk dari rangkaian proses panjang, 
berkesinambungan, berkaitan dan tersusun lewat ribuan tahapan.

Serat- serat halus menit merangkai seuntai serabut jam. 
Serabut- serabut jam tersusun membentuk seuntai benang hari. 
Benang- benang hari teranyam menjadi selembar kain pekan, lalu bulan dan kemudian tahun. 

Tahun- tahun berjalan, terbentang lembaran kain kehidupan. 
Ia bisa jadi kain yang kuat, indah, cerah bercahaya aneka warna dan mempesona. 
Ia juga bisa jadi kain yang rapuh, kusut dan buram kusam- hitam kelam. 

Semua tergantung bagaimana KESABARAN DAN KESUNGGUHAN kita mengikuti prosesnya. Merangkai tiap serat- serat kapas detiknya, serabut-serabut jamnya, benang-benang harinya, hingga lembar-lembar kain tahunnya. 


Lalu menghias dan melukisnya, membuat corak, desain dan motifnya, serta menjaga dan merawatnya.

“ Selembar kain HIDUP kita 24 jam hari ini, menentukan bagaimana selembar kain HIDUP kita 24 tahun lagi... “ ***



El Jeffry

PEMERATAAN


Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,
Lapar sama terkapar, kenyang sama bersendawa,
Senang sama gembira, sakit sama menjerit,
Lucu sama tertawa, sedih sama tersedu,

Bekerja sama berkeringat, tidur sama mendengkur,
Berlari sama tersengal, berhenti sama terpaku,
Berteriak sama lantang, diam sama membisu,
Berkelahi sama berdarah, berdamai sama santai,

Apapun yang dilakukan, sama-sama memperjuangkan,
Berapapun hasil perjuangan, sama-sama merasakan bagian,
Bagaimanapun bagiannya, sama-sama mempertanggung-jawabkan,
Kapanpun muncul problema, sama-sama menghadapi,

Di manapun berada, sama-sama saling berempati,
Siapapun orangnya, sama-sama menghargai,

Itulah pemerataan, kemanusiaan,
keadilan, kesetaraan, kekeluargaan, persaudaraan,

"Persamaan, Kesamaan, Kebersamaan,,, 
menuju umat bangsa yang lebih baik di masa depan..."

Salam...
El Jeffry

PARADE PEMBURU


Parade pemburu berbaris bak laskar prajurit siap perang.
Ikrar berkumandang, sumpah kesetiaan, hormat kanan,
nyanyi lantang hymne perjuangan,
kokang senjata, gerak jalan.

Parade pemburu berlomba berpacu mengejar waktu,
bertebaran di tengah rimba kehidupan.
Mata tajam mengintai mangsa,
untuk satu tujuan, menangkap sasaran, hidup atau mati.

Perlombaan, pertandingan, pembuktian,
siapa yang layak merebut trofi, meraih medali,
menyandang gelar kehormatan, juara sejati,
 kemenangan sebuah perjuangan.

Berlimpah hadiah sebagai upah,
sanjungan dan tepuk tangan meriah,
sorak sorai, gegap gempita,
hujan puja-puji, pesona luar biasa,
gemerlap dunia menyilaukan.

Para pemburu tak pernah menyadari,
tak pernah mengetahui.
Sebab mata telah buta,
segala cara akan ditempuhnya,
ketika buruan menjadi harga mati.

Bermandi keringat, bersimbah darah, berlinang air mata,
akan dibayar seluruhnya.
Perebutan harta dan kenikmatan,
tahta dan kekuasaan, cinta dan kesenangan, suara dan jabatan.

Perlombaan, perebutan dan perburuan tak pernah terpisahkan,
saling berlomba, saling berburu, saling berebut, dinamika kehidupan.
Parade pemburu selalu abadi berkelanjutan, antar generasi sepanjang zaman.

“Perlombaan, ambisi menjadi yang terbaik dan terbanyak dalam urusan dunia memang telah melalaikan. Tak pernah ada habisnya hingga liang kubur menghentikan...“ ***

Salam...
El Jeffry