Tuesday, March 20, 2012

LENSA HATI


( Sekilas Meretas Jiwa Cerdas )

     Di balik gambar ada makna, seperti lafazh menutupi arti, seperti kulit membungkus isi. Tugas mata menangkap gambar, lafazh dan kulit, tugas hati menangkap makna, arti dan isi. Mata dan hati bekerja saling melengkapi. Cara kerjanya pun serupa, hanya berbeda jika mata berada di wilayah zhahir-material, sedang hati berada di wilayah bathin-spiritual.

     Mata kepala menangkap gambar-gambar melalui lensa, lensa mata dan lensa bantu yang lain. Mata hati menangkap makna-makna lewat lensa, lensa hati, dan lensa-lensa bantu yang bersusun-susun bertingkat dalam hati. Lensa hati, mempertajam penglihatan dan pengetahuan, memperjelas makna, arti dan isi. Ketika lensa hati telah terpasang, keberadaan menjadi jelas dan terang benderang.

     Dengan lensa, mikroskop memperjelas gambar mikroba. Apa yang tak nampak oleh mata, tersembunyi, ghaib, tiba- tiba menjadi terlihat, terang dan nyata, dengan pembesaran berjuta kali dari mikroskop sesuai kehendak mata.

     Dengan lensa, teleskop memperjelas gambar benda-benda jauh di angkasa raya. Matahari, bulan, bintang, gugusan galaksi, planet-planet, semula mata kepala tak menyangka bahwa apa yang nampak setitik bagai debu ternyata jauh lebih besar dari ukuran bumi. Dengan pembesaran bermilyar kali lipat, yang sangat jauh jadi terlihat begitu dekat. 

     Lensa kaca membuka cakrawala dunia dan semesta, revolusi pengetahuan dan teknologi, memastikan bahwa mata manusia penuh keterbatasan dan kelemahan, mudah tertipu oleh kebendaan. Keberadaan sesungguhnya tak selamanya sama dengan yang tertangkap penglihatan.

     Di dalam hati ada sekeping 'lensa kaca'. Bila ia dibersihkan dari noda dan penghalang kebeningannya, diletakkan ditempatnya dengan benar pada posisinya, diarahkan ke mana saja, mata hati akan melihat segala yang ada, keberadaan sesungguhnya. eksistensi dan realitas. Mata hati mampu berkelana ke seluruh penjuru alam semesta, dari mikroba sampai angkasa raya. Apa yang tak terlihat oleh mata biasa, akan terlihat oleh hati yang telah terpasang lensa. Apa yang gelap dan tersembunyi bagi mata kepala, akan terang dan jelas bagi mata hati.

     Lensa hati yang bersih dan jernih, terawat dan terlindung dari noda kesalahan dan dosa, terpasang dengan benar di tempatnya, maka ketajaman penglihatan hati akan selalu terjaga. 

     Mata kepala bisa tertipu oleh dunia, tapi mata hati berlensa tak akan tertipu, keberadaan jadi jelas, gelap dan terang, hitam dan putih, benar dan salah, tak ada yang samar, tak ada keraguan. Mata hati berlensa menembus pandang tanpa penghalang, sebab lensa itu adalah sekeping anugerah tertinggi dari sifat Tuhan, Al-Bashir Al-Khabir, Maha Melihat dan Maha Teliti... *** 



Salam...
El Jeffry