Wednesday, October 10, 2012

Undang-Undang Kemaluan


ketika moral tinggal tersisa di batas oral
ketika etika hanya menjadi komoditas retorika
ketika budaya toto kromo tergerus hantam kromo
ketika norma-norma terpenjara dogma-dogma
ketika agama hanya kumpulan mushaf dan wacana
maka manusia terpenjara teks, angka, konsep, simbol-simbol aksara dan tanda baca

ketika manusia kehilangan kemanusiannya
ketika bangsa tak punya pangsa pasarnya
ketika negara gagal menjaga falsafahnya
maka konstitusi tak punya daya paksa

negeri seribu peraturan, sejuta perundang-undangan, semilyar penjelasan
pasal-pasal dan ayat-ayat hanya melahirkan tafsir-tafsir janggal dan sesat

negara terbungkus dalam kemasan kitab
sebagai dalih kekuasaan tiran
atas nama hukum, keadilan dan kebenaran
tapi yang berkuasa justru ahli menghukum, pengadilan dan pembenaran

negeri seribu peraturan, sejuta perundang-undangan, semilyar penjelasan
hukum suci tergantung di awan tinggi
hanya simbol tanpa esensi
hanya kulit tanpa isi

negeri ini telah kehilangan rasa malu
takluk di bawah penjajahan angka-angka, nomor-nomor, abjad dan aksara
mengurung rapat bagai bola raksasa

ambillah kembali rasa malu itu
sebab manusia membutuhkan kemaluan
untuk jalan keselamatan
harga diri, etos perjuangan, cita-cita dan kelanjutan keturunan

dan negara harus diselamatkan
dengan membentuk Undang-Undang Kemaluan

Salam…
El Jeffry

No comments:

Post a Comment