Wednesday, September 26, 2012

10 Artikel Terpopuler Saya Di Kompasiana



1348636294584055045
Jokowi: Calon Gubernur DKI Dan Sumber Inspirasi. (sumber photo: http://www.jakartapress.com)

Mengisi masa rehat menulis di Kompasiana, kali ini saya ingin berbagi sedikit ulasan tulisan pribadi. Sekadar berbagi informasi, memasuki hari ke-110 akun saya nongkrong di blog ini, berdasarkan data statistik, tak terasa telah tertulis 162 artikel dengan 559 tanggapan. Kali ini tak perlu lah membahas HL, hl (highlight), dan “ter-ter” karena memang saat-saat ini saya sedang cooling down setelah beberapa pekan terakhir segenap pikiran tersita oleh tema aktual dan ‘berat memforsir jidat’ lewat eksplorasi ulasan politik dan hukum republik terkini.

Tanpa bermaksud unjuk pamer, ada catatan menarik bagi saya pribadi, khususnya mengenai 10 artikel terpopuler yang saya anggap sebagai ekspresi (bukan kreasi) terbaik hasil pembelajaran freelance ‘kuliah terbuka’ dengan beragam ilmu sumbangan 9 guru saya di Kompasiana. Sayangnya, rubrik politik masih mendominasi artikel dengan 7 tulisan, kebetulan terkait pilkada DKI, sisanya tentang filsafat, sejarah dan hukum. Dari ke-10 artikel, 3 di antaranya kebetulan masuk HL, dengan jumlah ‘orang nyasar’ (klik baca)  antara 2.075-5.125 klik, total 31.463 atau rata-rata klik halaman 3.146, plus 182 komentar.

Gubernur DKI Jokowi? Ngimpi...!!! secara khusus bagi saya pribadi memiliki nilai sejarah tersendiri. Disamping untuk saat ini tercatat sebagai rekor terpopuler dengan 5.125 klik, tulisan ini juga merupakan tulisan pertama saya dari 25 artikel politik yang terkait pilkada DKI dengan tanggapan terbanyak 110 tanggapan.  (boleh tengok: Ramalan 9 Agustus: Jokowi Menang 54:46). Sejujurnya, tulisan ini terinspirasi oleh 7 alasan menolak Jokowi menjadi DKI-1 karya teman tercinta Mr. Sutarno.

‘Artikel bersejarah’ ini, meski tidak masuk HL selanjutnya menjadi rujukan saya pribadi dalam mengulas hampis seluruh tulisan selanjutnya terkait pilkada DKI dengan tema sentral Jokowi di dalamnya. Dan mungkin menjadi ciri khas tulisan saya dengan gaya menulis yang ngacak-ngadul, ngalor-ngidul, agak ngawur dan mbalelo, menabrak kaidah-kaidah ‘ilmu tulis-menulis’ dan tata bahasa, sesekali membawa falsafah Jawa dan berbau ndeso. Prinsip saya, yang penting ekspresi tertuang tuntas, eksplorasi sebisa-bisanya kemampuan diri, massage kampungan tersampaikan, dan paling utama, ledakan pembaharuan jiwa dan pikiran tersalurkan.

Sedangkan tulisan yang paling berkesan ada pada artikel Membaca Dilema Di Balik Air Mata Rhoma. Bukan hanya karena menempati rekor ke-2 jumlah klik baca dengan angka 4.513, tanggapan terbanyak dengan 110 tanggapan dan penilaian terbanyak pula dengan 28 dari 37 kompasianer menilai aktual. Namun ‘sejarah penulisan’ artikel ini hampir menguras segenap energi diri, pergulatan pemikiran, analisis, imajinasi, yang melibatkan emosi dan penyelaman filsafat sejauh yang saya miliki. 

Secara khusus saya memang mengerahkan banyak waktu, mungkin persiapan penulisan terlama, edit dan revisi terbanyak berkali-kali sebelum saya klik kolom publih di dashboard. Selain itu, saya pribadi memang sudah mengenal Bang Haji sejak saya berusia 5 tahun, dengan memori khusus lagu Begadang yang saya sudah hapal liriknya pada tahun 1979. Bagi saya pribadi, tulisan ini saya anggaps sebagai tulisan terbaik saya selama saya menulis artikel, termasuk di Kompasiana ini.

Ada lagi yang menarik mengenai jumlah pembaca, pada tulisan berjudul RI1-2014, Satrio Piningit Dan Tuah Angka-7. Saat pertama kali terbit pada 8 Juni 2012, karena posting ini tidak masuk HL, hl, tidak ‘ter-ter ‘dan semula saya anggap sebagai ‘tulisan yang gagal’ ternyata tak saya sangka justru dibaca oleh lebih dari 500 pembaca. Pada saat itu, karena belum genap sebulan saya bergabung di Kompasiana,  jumlah itu menjadi rekor tersendiri dan menjadi energi yang membuat saya semangat menulis lagi. Padahal sebelumnya sempat minder dan nyaris putus asa untuk ‘kabur’ dari Kompasiana.

Yang ‘menakjubkan,’ seiring waktu berjalan, hingga hari ini jumlah pembaca yang ‘tersesat’ meng-klik halaman tersebut merangkak naik secara signifikan dan menggeser judul-judul lain yang semula lebih dahulu populer. Hari ini bahkan menempati urutan ke-5 terpopuler dengan 3591 klik, meningkat 3.000-an pembaca selama 3 bulan.  Artinya, rata-rata sekitar 30 pembaca/hari masih terus ‘tersesat’ meng-klik-nya. Mungkin karena tulisan itu terbantu oleh pernah beberapa kali saya cantumkan sebagai MY FEATURED ARTICLEatas terobosan Kompasiana yang konon selalu berinovasi, di samping bantuan mesin pencarian Google, Yahoo, Alexa atau entah apa saya kurang paham dengan teknologi internet.

Sekadar berbagi informasi, karena saya sendiri terilhami dari tulisan seorang kompasianer, (saya lupa judul dan penulisnya), bahwa Anda tak perlu khawatir tulisan yang hari ini Anda buat jika sepi pembaca. Karena selama tulisan itu tidak dihapus dari google, maka ia ibarat ‘harta simpanan’ khazanah pengetahuan yang berpeluang dibaca oleh milyaran manusia di dunia. Jika hari ini tulisan Anda hanya dibuka oleh 100 pembaca, bisa jadi bulan depan bertambah menjadi 1.000 pembaca, tahun depan 10.000 pembaca, dan 10 tahun lagi tak mustahil menjadi 1 juta pembaca. Lebih-lebih jika tulisan itu linats waktu dan lintas ruang, maka karya usang pun akan selalu aktual dan selaras dengan setiap zaman.

Seperti biasa, kembali saya tegaskan, bahwa tulisan ini bukan pesan, peringatan, pengajaran, atau pemberitahuan, namun   sekadar mengisi kekosongan waktu saya dalam rangka ‘cooling down,’ pembebasan energi yang tersumbat setelah sekian hari tercurah dalam eksplorasi masalah-masalah pelik, njelimet dan ruwet. Politik dan hukum yang selama ini menguras energi yang menegangkan saraf, untuk sementara breakpasca kemenangan Jokowi di hitung cepat lembaga survei. Maka saya ingin menghadirkan tulisan ‘ringan-melayang’ semata-mata memenuhi ‘karma’ Kompasiana untuk sharing-connecting, berbagi-berinteraksi. Semoga kita semua memperoleh secuil manfaat darinya, meski lewat tulisan ngawurmbalelo, nyeleneh, ndeso dan sedikit urakan dalam penyampaian.

Masih mohon maaf dan permisi, di bawah ini saya sertakan daftar 10 artikel terpopuler saya secara lengkap, siapa tahu ada yang berkenan sebagai wahana pembelajaran. Kritik, saran dan masukan selalu saya terima dengan dada terbuka, dari seluruh kompasianer, khususnya yang telah menjalin pertemanan dengan saya, dan yang kerap kali hadir di beranda untuk sekadar menanggapi, menilai, maupun berbagi inspirasi.

Salam Kompasiana...El Jeffry

Daftar 10 Artikel Terpopuler Saya Di Kompasiana:
Masa kampanye Pilgub DKI memasuki hari terakhir. Enam ksatria terhebat Indonesia masa kini selama 14 hari bertarung opini berebut simpati rakyat DKI, ‘mengadu nasib’ untuk ...
OPINI | 7 July 2012 18:31
 5125    110   dibaca 8 dari 25 (Kompasianer) menilai menarik

Belum reda ‘badai’ kontroversi drama perpolitikan ibukota dengan hembusan isu SARA, raja dangdut Rhoma Irama kembali membuat ‘drama’ lanjutan yang tak kalah hebatnya. Air mata ...
REP | 7 August 2012 02:50
 4513    110   dibaca 28 dari 37  menilai aktual


Cukup mengherankan mencoba memahami pandangan orang-orang pintar di negeri ini dalam menyikapi isu SARA pilkada DKI. Setidaknya itu bisa dilihat dalam acara ILC TV One ...
OPINI | 15 August 2012 15:44
 4402    28   dibaca 4 dari 9 menilai menarik

Alkisah, negeri “antah berantah” makin resah oleh naiknya suhu percaturan politik dalam perpolitikan catur saat bidak-bidak berkompetisi promosi menjadi raja. Kegelisahan bertambah-tambah karena tingkah ‘para perwira’ semakin hilang ...
OPINI | 8 June 2012 19:56
 3591    16   dibaca 2 dari 2 menilai menarik

Seperti perulangan takdir sebagai partai kunci kemenangan sebagaimana pada pilpres 2009, PKS kali ini terjebak dalam takdir kebingungan serupa. Setelah tersingkirnya Hidayat-Didik dari pertarungan Pilkada ...
HL | 30 July 2012 23:02
 2594    36   dibaca 9 dari 10 menilai menarik

Pertarungan dua kandidat calon gubernur DKI masih menyisakan ‘partai final’ putaran ke-2 September nanti. Perang iklan tak terelakkan. “Jokowi siapa yang punya?” versus “Fokelah kalau ...
OPINI | 19 July 2012 02:41
 2543    27   dibaca 5 dari 7 menilai aktual

Rumor politik tentang dukungan Nasdem terhadap Pasangan Jokowi-Ahok di pilkada putaran dua kembali berhembus. Beberapa waktu lalu, ...
OPINI | 21 August 2012 01:56
 2288    22   dibaca 7 dari 12 menilai menarik

Borobudur, sebuah candi megah yang berdiri di sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah, ...
HL | 17 July 2012 02:54
 2233    27   dibaca 7 dari 19 menilai menarik

Belum tuntas ‘perang urat saraf’ melawan Polri dalam kasus simulator SIM, KPK kembali membuat panas suhu politik dan hukum dengan sebuah pernyataan mengejutkan. Salah seorang ...
HL | 10 August 2012 02:10
 2098    29   dibaca 22 dari 24 menilai aktual

“Desa mawa cara, negara mawa tata.” Adanya desa karena adanya cara, dan adanya negara karena adanya tatanan. Tanpa tata, bangunan akan porak poranda, tumpang tindih, ...
OPINI | 16 August 2012 01:55
 2075    74   dibaca 18 dari 37 menilai inspiratif

No comments:

Post a Comment