Thursday, December 22, 2016

Ternyata Angkasa Raya Tak Nyata



     Matahari yang kita lihat sehari-hari bukanlah matahari yang sebenarnya, melainkan hanya gambar siaran tunda. Berdasarkan perhitungan rumus jaraknya dengan bumi (149.000.000 km) dibagi kecepatan cahaya (3x10^8 m/detik ), diketahui bahwa perjalanan cahaya matahari memakan waktu 496,7 detik, atau sekitar 8,3 menit untuk sampai ke bumi untuk bola mata manusia menangkap gambar cahayanya.

     Demikian pula halnya dengan bintang yang kita lihat, dengan jarak yang bervariasi tiap bintang membutuhkan waktu yang berbeda untuk menyampaikan gambar cahaya sampai ke mata kita. Ada yang membutuhkan waktu setahun, seratus tahun, seribu tahun hingga milyaran tahun. Sehingga sangat memungkinkan, sebagian dari gugusan bintang yang saat ini kita lihat, sebenarnya telah punah milyaran tahun lalu. Hanya saja gambarnya yang dikirim lewat cahaya baru tertangkap bola mata manusia di bumi saat ini.

     Milyaran bintang yang nampak begitu indah kerlap-kerlip di angkasa raya pada malam hari ternyata bukan gambar nyata hari ini, melainkan hanya gambar masa lalu, alias bukan siaran langsung, tapi siaran tunda. Jangan heran, bandingkan dengan pendengaran kita. Bukankah kita sering mengatakan ketika baru mendengar sebuah kabar atau berita, “Oh, saya baru mendengarnya.“ Hal yang sama berlaku untuk mata (penglihatan) maupun telinga (pendengaran) jika kita berkata, “Oh, saya baru melihatnya.”

     Hari ini kita mendengar berita peristiwa yang terjadi sepekan lalu, bukan berarti peristiwa itu terjadi saat ini, tapi peristiwa masa lalu, hanya saja kita baru mendengarnya hari ini. Siaran tunda. Kita yang baru mendengar Plato lahir di Athena abad ke-4 SM, itu 25 abad silam, siaran tunda. Isa Al-Masih hidup di abad ke-1 M, itu 21 abad lewat, siaran tunda. Muhammad saw lahir pada tahun 571 M, itu kejadian 1441 tahun lalu, siaran tunda. Kita bahkan mungkin ada yang baru mendengar bahwa alam semesta diciptakan milyaran tahun lalu. Siaran tunda.

     Columbus menemukan Amerika 1492, kerajaan Kediri berdiri 1045–1221, VOC terbentuk 1601, Revolusi Perancis 1789, Thomas Edison lahir 1847, Revolusi Rusia 1917, Indonesia merdeka 1945, Reformasi 1998, Spanyol mengalahkan Kroasia 1-0 pada di Piala Eropa dalam siaran langsung 19 Juni 2012 dini hari tadi, bila kita baru mendengarnya saat membaca tulisan ini, semua itu sudah menjadi siaran tunda.

    Sejarah adalah siaran tunda. Masa lalu kita adalah siaran tunda. ‘Siaran langsung’ hanya ada saat ini, detik ini, tepat pada saat kita merasa dan sadar, bahwa kita bernafas, hidup. Inilah hidup kita yang sebenarnya, hanya beberapa detik, beberapa helaan nafas. Inilah ‘siaran langsung,’ hidup dan dunia kita sebenarnya yang sedang berlangsung, live, bukan delay. Pendek sekali bukan? Semoga kita bisa hidup di dunia dalam siaran langsung, bukan siaran tunda.

Salam..
El Jeffry

No comments:

Post a Comment