Thursday, May 10, 2012

Pelangi Tujuh Puluh Dua Warna


aku melihat gugusan pelangi
membentang di langit tinggi memayungi bumi
tujuh puluh dua jumlah spektrumnya

berbaris sejajar dengan warna berbeda

antara RGB atau CMYK
lukisan terindah kuas karomah di kanvas langit dunia

kadang terbersit mata untuk bertanya
atau sedikit menyidik apa maksudnya
kenapa pelangi tak hanya tujuh warna
tanpa angka dua di belakangnya?

matahari, tahukah engkau kenapa?
dia cuma tertawa dengan bijaksana
"Tanyalah pada cahaya yang kukirim ke mata
dan tanyalah pada hari yang berubah sepanjang masa..."

lalu kulihat sebongkah prisma kaca
olehnya cahaya terurai menjadi aneka warna
bila kulihat jingga, hilanglah cahaya
bila kulihat cahaya, hilanglah seluruh warna
warna-warna ternyata hanya penguraian dari satu cahaya
dia hanya ada ketika hadir cahaya
lalu mata menangkap pigmen gambarnya

namun semua hilang saat mata terpejam
atau ketika matahari mulai terbenam

tujuh warna membuatku terpesona
tujuh puluh dua warna membuatku tak sanggup lagi bertanya

itu hanya permainan dari gerak gelombang cahaya
prisma kaca bekerja menterjemahkan tiap pixel makna
untuk mempesona mata manusia
bagaimana jika dipaksa terhimpun satu warna?
biru, kuning, atau merah saja?
atau bagaimana kalau hitam pekat semata?
akankah warna masih merdeka menampakkan jati dirinya?
akankah masih ada romantika dan dinamika dunia?

mata kepala memang terbatas menangkap makna
sedang mata hati tak akan pernah buta
seluruh warna hanya pertunjukan cahaya, prisma kaca dan lensa mata

kreasi unik dari Sang Seniman Maha Estetik
teka-teki klasik bagi bagi penikmat esoterik
kode etik jurnalistik tulisan alam nan eksentrik

bermula dari satu warna putih cahaya
terurai seketika menjadi aneka warna mempesona
tujuh, tujuh puluh dua, tujuh puluh dua juta,
atau tujuh koma dua milyar warna
sejumlah pasang mata manusia di abad dua puluh dua.

 Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment