Thursday, May 24, 2012

KESADARAN: INDIKATOR KEHIDUPAN MANUSIA


Jika ingin mengerti arti hidup, milikilah kesadaran. Kesadaran adalah buah dari pohon akal yang ditanamkan oleh Yang Maha Tahu dalam setiap jiwa dengan simbol ditiupkannya ruh ke dalam jasad Adam sebagai peletakan batu pertama gedung opera pergelaran panggung dunia.

Kesadaran, itulah ruh manusia dan ruh alam semesta. Manusia akan mencapai puncak kesadaran, jika ia telah mengenal dirinya. Jika ia telah mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Jika ia telah mengenal Tuhannya, maka ia akan mengenal dan menyadari seluruh alam semesta. Mikrokosmos hingga makrokosmos. 
Alam semesta tercipta dalam rencana sempurna .


Kesadaran membuka gerbang jiwa ke alam merdeka. Pembebasan sebebas-bebasnya. Jiwa berkelana seperti angin, dari sebutir debu, sehelai daun, sebentang lautan hingga segugus galaksi. Mi’raj dan nuzul. Kenaikan dan penurunan secara dinamis, dari atas ke bawah, lalu ke atas lagi, lalu ke bawah lagi tanpa terbebani kurungan jasad dan kostum. Dari kulit menuju isi, dai isi kembali ke kulit, lalu kembali ke isi lagi,
 pelajaran kecil dari sebuah pisang.


Kesadaran menghimpun manusia dalam satu, ruh-arwah, seperti udara yang meliput bumi di atmosfer, sejatinya tetap hanya satu, tak kurang, tak lebih. Manusia sejatinya satu. Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, tetap satu nama, manusia, humanisme universal. Jawa, Sunda, Papua, Madura, Batak, Manado, Dayak, Ambon, tetap satu nama, manusia. Islam, kristen, Hindu, Budha, Yahudi, Majusi, Konghucu, Shinto, bahkan atheis-komunis, tetap satu nama, manusia.

Kesadaran membebaskan jiwa dari label-label kemasan, kulit, warna, bahasa, budaya,sidik jari, DNA, pada satu nama, manusia. Kesadaran menyatukan manusia dalam satu rahmat, rahmat semesta, tak ada bedanya satu jiwa, 10 juta, 240 juta, atau 8 milyar penghuni dunia, semua berjalan si atas satu hukum, hukum kekekalan energi, energi tetap alam semesta untuk waktu azali, unlimited. Maka manusia tak akan pernah memahami dunia dan hidupnya sebelum terbangun kesadaran dan dirinya. Tak perlu terlalu jauh menghidupkan manusia dan kemanusiaan satu bangsa atau satu dunia, bahkan untuk menghidupkan dirinya sendiripun ia akan gagal, kegagalan seorang manusia menjadi khalifah bumi.

Bila ingin membandingkan kesadaran dan ketidaksadaran, lihatlah anak-anak, orang tidur, pingsan, mabuk, lupa atau orang gila Mereka tidak termasuk dalam kategori manusia, karena itu terbebas dari tanggung jawab dan beban hukum, hukum negara, hukum agama, hukum kekalan energi.

Kesadaran adalah akal sehat, akal budi pekerti, penalaran, perbandingan, penghitungan, pertimbangan, pengukuran, penakaran, pemahaman, pengetahuan, pengenalan diri, arif-ma’rifat.

Kesadaran, indikator munculnya makhluk sempurna bernama manusia...***


Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment