Tuesday, May 1, 2012

SURAT KALENG

Surat kaleng, wajah surat tersembunyi di balik topeng. Sebuah hasrat membentur benteng. Pengirim surat ingin berbicara, namun keadaan membuatnya terpaksa, berlindung di balik ruang rahasia, dengan suatu alasan yang telah diperhitungkannya.

Surat kaleng, pesan singkat bagi pembaca. Dari pengirim untuk penerima. Sebuah wasiat, peringatan, laporan, pengaduan, uneg-uneg, ancaman, isi hati, pelampiasan emosi, gelora kerinduan, atau bisa juga ungkapan cinta tak tertahan. Surat kaleng menyimpan seribu misteri, maksud terselubung dan tersembunyi.

Pengirim surat berhak melindungi identitas diri, entah keselamatan jiwa,  keamanan keluarga, demi gengsi, atau memang tiada nyali, sekedar menebar teror, menebar keresahan dan fitnah keji.

Kian hari si lemah kian terhimpit dan terjepit, si kuat kian tegap dan perkasa. Kesenjangan  kian tajam, sportivitas kian amblas, spirit fairplay kian letoy, para pecundang kian menggudang. Surat kaleng akhirnya menjadi jalan keluar, penuh sesak hiruk-pikuk dan hingar-bingar.

Surat kaleng menjadi pertanda retaknya persaudaraan, terkungkungnya kebebasan, tersumbatnya keterbukaan, terusiknya keadilan, hilangnya ke-ksatria-an, terkikisnya kedewasaan dan pudarnya sikap toleran.

Apapun alasan dan motifnya, surat kaleng menulis pesan nyata, bahwa telah macet komunikasi antar manusia. Mesti bagaimana...??? ***


El Jeffry

No comments:

Post a Comment