Monday, April 2, 2012

Obor-Obor dan Do'a

Bor obor obor, nyalakan obor  di tengah malam.
Satu obor dua obor tiga obor, seribu obor berdatangan,
berkumpul berbaris berjajar melingkar di tanah lapang,
merah berkobar cahaya obor berpendar menyebar.

Bor obor obor, sang tutor bersila duduk khusyu’ memimpin do’a,
“Pergilah horor pergilah teror pergilah para koruptor
Tangan-tangan kotor tak layak menjadi kontraktor
mulut-mulut kotor tak layak menjadi orator
jiwa-jiwa kotor tak layak menjadi proklamator...“

Bor obor obor sejuta obor berhimpun di tanah lapang
Pergilah  kegelapan pergilah sejarah kelam pergilah jiwa-jiwa hitam legam.

Rangkaian do’a bergema memohon pengampunan,
deretan dosa jama’ah manusia ditumpahkan tanpa sisa,
menadah tangan menunduk muka menetes air mata,
mengirim pesan beban derita ke ujung langit Sang Penguasa.

“Kami berserah padamu wahai Gusti, Tuhan, Allah, Pemilik tunggal dan Pemelihara alam semesta,
Apa yang hendak Engkau berlakukan adalah sebuah karma bangsa,
Obor-obor di tangan kami hanya tanda dan bukti nyata pengakuan dosa,
Dengan kuasaMu malapetaka mohon ditunda,
Lihatlah, kami tengah berusaha berjuang menebusnya...”


Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment