Sunday, April 22, 2012

Asal Beda (Beda Asal-Asalan)



Suatu ketika disampaikan sebuah perkara sederhana, seseorang bertanya: “Apa maknanya?”

Lalu disampaikan sebuah makna, kembali ia bertanya: “Bagaimana penjabarannya?”
Lalu dijabarkan sebisanya, kembali ia bertanya: “Mana dalilnya?”
Lalu disampaikan sebuah ayat, kembali ia bertanya: “Mana haditsnya?”
Lalu disampaikan sebuah hadits, kembali ia bertanya: “Bagaimana keshahihannya?”
Lalu setelah disampaikan selengkap-lengkapnya, masih saja ia bertanya : “Itu kan menurut madzhabmu saudara, kalau saya mengikuti madzhab yang berbeda.”

Lalu berbalik ia ditanya: “Apa agamamu?”ia jawab: “Islam, agama sempurna”
Pertanyaan lagi: “Siapa Tuhanmu?”, ia jawab: “Allah azza wa jalla
Pertanyaan lagi: “Siapa nabi dan rasulmu?, ia jawab: “Muhammad, nabi dan rasulku”
Pertanyaan lagi: “Apa kitab sucimu?”, ia jawab: “Al-Qur’anul karim
Pertanyaan terakhir: “Ke mana kiblatmu?”, ia jawab: “Mekkah al-mukarramah

Pernyataan terakhir: “Akupun punya jawaban yang sama, tapi engkau menganggap seakan-akan aku orang Yahudi, Nasrani atau Majusi. Kenapa tidak saja sekalian engkau bacakan lakum dinukum waliyadin? Bagimu agamamu, bagiku agamaku? Jangan engkau sapa lagi diriku dengan panggilan saudara.”

Sambil istighfar menahan kesal orang itupun meninggalkannya sambil bergumam: “Percuma aku berurusan dengan orang yang asal beda. Lebih nyaman bagiku berbicara dengan anak sapi betina...”

Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment