Friday, March 16, 2012

RANTAI PERSELINGKUHAN ,,,PUTUSKAN…!!!

     Selingkuh menurut bahasa adalah tindakan tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong, menyeleweng, suka menyembunyikan sesuatu, korup, menggelapkan uang. Secara lebih luas, selingkuh adalah seluruh tindakan penyalahgunaan hak yang dilakukan secara sembunyi- sembunyi, baik secara sendirian maupun bersama- sama, baik yang berkaitan dengan materi, uang, maupun non materi, waktu, kesempatan, kekuasaan, kepercayaan . 


     Selingkuh adalah pelanggaran, pengambilan diam-diam hak orang dengan cara yang tidak benar. Selingkuh adalah pengkhianatan terhadap amanat kebersamaan dan penyimpangan kepercayaan untuk tujuan tertentu tanpa mengindahkan nilai- nilai, norma- norma, aturan dan hukum yang berlaku.

     Perselingkuhan selalu melibatkan beberapa pihak untuk melicinkan jalan, menutupi perbuatan agar aman sampai tujuan. Maka perselingkuhan adalah mata rantai kunci dari lingkaran rantai kejahatan jika tumbuh dan berkembang tanpa bisa dikendalikan. Ketika selingkuh sudah menjadi tradisi, maka kejahatan seolah wabah endemik yang tak terbendung penyebarannya, sulit diobati, sulit diatasi, rantai lingkaran setan yang menjerat tatanan kehidupan. 


     Selingkuh adalah penyakit mematikan, menular begitu cepat, melumpuhkan sumber daya secara menyeluruh, dampak sistemik. Ibarat terjadi pada tubuh, virus perselingkuhan secara sporadis menyerang seluruh sendi, organ, tulang, daging, urat saraf, otot dan aliran darah, menggerogoti kesehatan, menurunkan produktivitas, melemahkan kreativitas, dan pada puncaknya melumpuhkan imunitas.

     Dalam sebuah komunitas, perselingkuhan adalah sumber kerusakan tatanan, ikatan, kebersamaan. Ia akan mencerai beraikan keutuhan persatuan dan kesatuan, beranak pihak dari jalinan kerja sama antar orang yang berselingkuh, bergerak dari dalam, menohok kawan seiring, saling berkhianat dan saling makan, kejam, buas bagai kanibal. Tanpa disadari, kuburan telah digali, nampak dari luar memang normal- normal saja, seakan tak terjadi apa- apa, tapi sesungguhnya nyawanya terancam, kematian mendadak tinggal menunggu hari.


      Dalam rumah tangga hingga istana raja, jika virus perselingkuhan telah menggejala, kehancuran hampir mustahil dihindari. Perilaku serong dan menyeleweng, menjamurnya prostitusi, korupsi, kolusi, suap, politik uang, pencucian uang, kongkalikong, sindikat, komplotan, main mata, kecurangan pemilu, dan masih banyak kejahatan lain yang kian hari kian menjadi- jadi adalah rantai lingkaran setan yang diakibatkan virus perselingkuhan tak segera diatasi semenjak dini. Penyakit kronis kini nyaris melampaui ambang kritis.


     Menjadi semakin tragis ketika pasien hilang kesadaran karena penyakit itu sudah bercokol terlalu lama menjadi tradisi. Jika telah terbiasa, rasa sakitpun tak lagi terasa. Salah kaprah, yang benar tidak lumrah. Dokter spesialis yang secara medis telah mendiagnosis juga tak digubris. Pasien tetap saja keras kepala, tak ubahnya seperti penghuni rumah sakit jiwa, memang tak ada orang gila yang menyadari kegilaannya.


    Mungkin sudah terlambat, tapi terlambat lebih baik dari pada tidak sama sekali. Harapan itu selalu ada. Tinggal satu cara, membangunkan kembali sedikit kesadaran yang masih tersisa di dalam jiwa. Semua berawal dari kesadaran, pengakuan, lalu bergegas menjalani terapi pengobatan. Betapapun sakitnya menjalani operasi, tapi keinginan dan semangat untuk sehat dan hidup lagi akan menjadi kekuatan yang mengalahkan penyakit, sampai ke akar- akarnya, virus penyebab bencana.

  
     Rantai perselingkuhan,,, putuskan...!!!


Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment