Monday, March 26, 2012

Iman, Amin, Aman dan Amanat



     Iman, amin, amanat dan aman adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hilang salah satu di antaranya saja, hilanglah semua kata yang lain. Pudar salah satunya, pudarlah semuanya. Batal salah satu maknanya, batallah semuanya.

     Iman, amin, amanat dan aman adalah empat mata rantai dalam satu rantai lingkaran. Empat dalam satu, satu dalam empat. Putus salah satunya, rusaklah rantai seluruhnya. Cacat salah satunya, cacatlah rantai seluruhnya. Kesempurnaan rantai menuntut kesempurnaan setiap mata rantai bagian-bagiannya. Untuk menghidupkan yang satu, yang lainnya harus hidup, tidak bisa tidak, tak ada tawar menawar, harga mati, baku dan pasti.

     Iman adalah keyakinan hati akan Tuhan dan kebenaran, apapun agama dan kepercayaannya, ini adalah standar universal yang berlaku di seluruh dunia sebagai mata rantai utama. Amin adalah sifat pribadi, karakter dan perilaku budi manusia yang layak dipercaya. Amanat adalah objek ujian sebagai pembuktian nyata dari keyakinan hati, sifat pribadi, karakter dan perilaku budi. Sedang aman adalah imbas akhirnya bagi manusia dan alam semesta, selamatnya manusia dari gangguan dan bencana.

     Negeri aman, selamat sentosa dan adil sejahtera adalah akibat akhir dari amanat yang berhasil ditunaikan manusia dengan tanggung jawab terbesar pada pemimpinnya, pengemban amanat tertinggi umat-bangsa. Amanat tertunaikan hanya jika diemban oleh al-amin, manusia pemilik sifat pribadi, karakter dan perilaku budi yang layak dipercaya. Dan al-amin muncul dari manusia yang beriman, keyakinan hati yang kokoh akan Tuhan dan nilai-nilai kebenaran.

Sungguh, telah ditawarkan amanat kepada gunung-gunung, langit dan bumi, mereka semua enggan dan menolaknya karena khawatir mengkhianatinya, tapi manusia dengan berani telah menerima dan memikulnya, sungguh manusia itu makhluk yang zalim lagi bodoh… “

Salam…
El Jeffry

No comments:

Post a Comment