Saturday, March 17, 2012

BUMIPUN BERTANYA


Bumipun terheran, ada apa denganmu wahai manusia? 
kau cium wajahku dalam sujudmu siang malam penuh ketundukan,
Kau bersimpuh di atasku penuh kekhusyu’an,
kau basahi aku dengan air mata penyesalan.

Namun siang malam pula kau injak-injak wajahku dengan hentakan kaki kesombongan,
kau rusak tubuhku dengan beringas,
nafas- nafas mendengus buas, 
kau basahi pakaianku dengan darah mereka yang tak berdosa.

Ada apa denganmu wahai manusia? 
Peringatan demi peringatan tak kauhiraukan,
Gemuruh letusan gunung berapi,
banjir bandang setiap musim, gelombang tsunami, getaran gempa,
puting beliung, gemeretak pepohonan hutan terbakar, 
banjir lumpur dan lahar dingin, 
jerit tangis orang-orang tertimpa bencana.

Peristiwa demi peristiwa membubung ke langit menjadi tinta,
menuliskan kabar berita perbuatan manusia,
eksekusi bumi, hukuman setimpal atas berbagai kerusakan,
namun tetap saja gagal memberi efek jera,
dengan bahasa apa lagi alam mesti  berbicara?

Bumipun terus terheran, terus bertanya,
ada apa denganmu wahai manusia? ***

El Jeffry

No comments:

Post a Comment