Sunday, March 18, 2012

BERBUAT DAN BERTANGGUNG JAWAB



    Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Tiga kata yang mudah diucap, cepat diingat dan ringan disampaikan tapi merangkumnya menjadi satu keselarasan, sinergi perbuatan-pertanggungan jawaban tak sesederhana seperti yang dibayangkan.
  
   Setiap perbuatan nilai, setiap nilai ada harga, setiap harga ada harus dibayar, sukarela atau terpaksa, tunai atau cicilan, langsung atau tunda, karma. Setiap pekerjaan ada imbalan. Setiap pertanyaan ada jawaban. Ada jerih payah ada upah. Ada sebab ada akibat. 

   Amal, perbuatan, pekerjaan, perilaku, tindakan, tingkah dan polah pasti terhitung dan tercatat, tak ada yang sia- sia lalu luput dari pembalasan, keadilan alam yang berlaku tetap sepanjang zaman. Siapa menanam akan menuai. Baik buruk, besar kecil, sengaja tidak sengaja, sukarela terpaksa. Bermain air basah, bermain api hangus. Percaya atau tidak, tak ada seorangpun yang berbuat bisa mengelak dari tanggung jawab.

   Berbuat-bertanggung jawab. Jika berbuat jangan tanggung- tanggung, jangan setengah- setengah, sebab hasilnya pun akan tanggung, tak akan memuaskan. Lakukan dengan penuh keyakinan, tinggalkan keraguan, kuatkan dengan kesungguhan, kendalikan dengan kesabaran, tuntaskan sampai akhir urusan, maka hasil akhirnyapun akan sepadan, memuaskan.

   Berbuat-bertanggung jawab. Berani berbuat, harus berani menanggung akibat. Betapapun buruk dan kecewa yang didapat, tetap harus dipikul. Apa yeng telah dibeli harus dibayar tunai, jika tidak maka siap- siap ditagih dan dituntut sampai ke liang lahat. Apa yang diucap tak bisa ditarik lagi. Ludah terbuang pantang dijilat. Watak ksatria, jantan, gentleman, konsekuen. Benar atau salah, berhasil atau gagal, akan tetap terhormat.

   Berbuat-bertanggung jawab, tak hanya berani menanggung, tapi juga harus berani menjawab apabila ditanyakan sebab musabab dari kesalahan dan kegagalan itu. Dengan menjawab, jujur apa adanya, jelas dan lengkap masalahnya, akan membantu pembelajaran banyak pihak untuk tidak mengulang kesalahan dan kegagalan serupa. Atau mungkin penanya akan memaklumi dan memaafkan kesalahan dan kegagalan itu. 

    Tanggung jawab, jangan tanggung-tanggung jika menjawab, paparkan sejelas-jelasnya, selengkap-lengkapnya dari awal sampai akhir agar tidak menimbulkan fitnah, kesalah pahaman dan memperparah keadaan. Jadi manusia memang berat, tapi apa boleh buat, itulah takdir yang sudah tersurat.

   “Berbuat-Bertanggung Jawab. Berani berbuat, berani menanggung akibat, berani menjawab dengan tepat...!!! “  ***

El Jeffry


No comments:

Post a Comment