Friday, March 16, 2012

Api Amarah


     Setitik api kecil amarah telah tersemat dalam setiap jiwa manusia, ia tak bisa dipadamkan, sebab itu sebagian dari ujian dan anugerah bagi kesempurnaan manusia, mekanisme pertahanan diri dari gangguan yang mengancam kelangsungan hidupnya. Bila ia terjaga dan dikendalikan untuk melawan keburukan, kejahatan dan perbuatan dosa, ia menjadi kebaikan bagi jiwa.

     Namun jika ia tak terjaga dan terlepas kendali, maka dalam sekejap bisa menyala berkobar membakar segalanya. Hanguslah akal sehat, hancurlah keimanan, musnahlah kesadaran, hilanglah kemanusiaan. Jiwa tak lebih dari binatang buas yang lapar siap menerkam mangsa, mencari pelampiasan, butuh pelepasan dan pemuasan segera.

       Lalu tiba- tiba disadari jiwa telah terjun bebas ke jurang nista, lembah dosa, berkubang di lumpur noda, terjerumus kedurhakaan dan kehinaan yang lebih rendah dari binatang melata.

   Setitik api tak terjaga dan terkendali, bisa membesar berkobar membakar dan menghanguskan seisi bumi. Berapa banyak api amarah menjadi penyebab kekerasan,  penganiayaan, pembunuhan, perpecahan, permusuhan, pertarungan, peperangan antar bangsa.

    Air mata dan darah yang tumpah menjadi saksi, betapa amarah menciptakan tragedi, selayaknya api yang  membakar, menghanguskan dan menghancurkan kehidupan. Tinggallah kepulan asap tebal yang menyesakkan dada, arang sejarah hitam kelam, abu peradaban terbang tersapu angin, tak tersisa, musnah tanpa bekas.

     Jiwa yang terbakar amarah menggelora akan mengalami nasib serupa, musnah, tanpa bekas, hilangnya predikat manusia.
Sebelum amarah terlanjur tersulut, terbakar berkobar membakar dan menghancurkan, menjaga dan mengendalikan nyala apinya lebih dekat bagi jiwa untuk selamat sebagai makhluk sempurna bermartabat…***

Salam...
El Jeffry

No comments:

Post a Comment