Friday, February 24, 2017

Drama Politik 5 Babak SBY Versus JOKOWI


Image: https://m.tempo.co/read/news/2014/11/29/078625189/

     Tak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang ada hanya kepentingan abadi. Sebenarnya itu sah-sah saja, selama yang diperjuangkan adalah kepentingan publik, rakyat, bangsa dan negara di atas segala-galanya.

     Namun apa jadinya jika keliru dalam "memainkan" kepentingan itu, hanya untuk tujuan parsial, partai, golongan, keluarga, kelompok apalagi individu? Dan apa jadinya pula bila dua aktor utama, dua pemimpin tertinggi di negeri ini yang memerankannya, lalu menyuguhkan "drama politik" sebagai konsumsi publik?

     Adalah dua orang presiden, yakni presiden RI ke-6 yang telah "lengser keprabon" Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden RI ke-7 yang tengah menjabat, Joko Widodo (Jokowi). Akhir-akhir ini keduanya tengah berpolemik dalam konflik dan sontak menjadi sorotan media dan publik.

     Publik pun dibuat bingung dan gamang, ada apa di balik "drama konflik" itu? Sebelum menyimpulkan, ada baiknya kita ikuti kronologi drama 5 babak "konflik" SBY versus Jokowi sebagai sebuah rangkaian yang tak terpisahkan.

Babak 1: Tour De Java Versus Hambalang

16 Maret 2016:

     Dalam kegiatan blusukan 13 hari keliling Pulau Jawa 8-21 Maret 2016, berulangkali SBY mengeluarkan pernyataan kritik yang ditujukan langsung kepada Jokowi.

     "Saya mengerti, bahwa kita butuh membangun infrastruktur. Dermaga, jalan, saya juga setuju. Tapi kalau pengeluaran sebanyak-banyaknya (dapat duit) dari mana? Ya dari pajak sebanyak-banyaknya. Padahal, ekonomi sedang lesu."

     "Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya. Bisa kita tunda tahun depannya lagi. Enggak ada keharusan harus selesai tahun ini. Indonesia ada selamanya. Sehingga, jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah kesulitannya. Itu politik ekonomi."

     Agaknya kuping sang presiden ke-7 memerah. Karena tidak kali ini saja SBY mengeluarkan kritikan yang ditujukan pada dirinya. Sebelumnya, SBY berulangkali mengeluarkan pernyataan yang dinilai “berbau” provokatif mengenai kinerjanya di pemerintahan.

      Salah satunya adalah soal keributan kabinet yang dianggap sebagai representasi ketidakmampuan Jokowi mengelola negara. "Bagaimana mungkin bisa mengelola hal-hal yang lebih besar jika mengendalikan anak buahnya di kabinet saja tidak mampu!"

     Kritikan lain yang tak kalah pedasnya adalah tudingan politisasi kisruh Golkar dan PPP. SBY memamerkan keberhasilannya dalam membina partai politik sehingga di masanya tidak ada perpecahan partai politik. Dengan lugas SBY menuding kisruh kedua partai itu terjadi karena adanya campur tangan Kemenkumham. SBY pun menyodorkan fakta di mana tidak ada menteri di zamannya yang "take side" di kubu mana pun manakala ada parpol yang kisruh.

     Sebenarnya tak ada yang salah dengan kritik, selama ia konstruktif. Namun agaknya bagi Jokowi, kritik yang ini cukup kelewat batas dan lumayan panas.

18 Maret 2016:

      Presiden Jokowi blusukan ke proyek wisma atlet Hambalang, bersama Johan Budi, Menpora  Imam Nahrawi, serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Jokowi seakan menunjukkan, bahwa Mega proyek prestisius yang kini terlantar akibat terbelit korupsi itu, dibangun di masa Presiden SBY.

     Proyek itu telah memakan korban para elite Partai Demokrat. Pada 2013, KPK telah menetapkan Menpora waktu itu Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka.

     Setelah meninjau Hambalang, Presiden Jokowi curhat melalui akun Twitternya @Jokowi. ”Sedih melihat aset Negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan." 

"Kuncinya di situ dan arahnya akan ke sana. Apapun ini menghabiskan anggaran triliunan," ujar Jokowi di kesempatan berikutnya.

Babak 2: Hilangnya Dokumen Temuan Hasil Investigasi TPF Kasus Munir

21 Oktober 2016:

      Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, "Kejaksaan Agung bisa dan boleh memeriksa orang-orang pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pemeriksaan itu terkait dengan keberadaan data Tim Pencari Fakta kasus pembunuhan Munir Said Thalib."

      Juru bicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, Presiden Joko Widodo mengetahui ihwal putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) tentang sengketa kasus Munir Sa'id Thalib. Johan mengatakan, Jokowi telah memerintahkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menelusuri keberadaan dokumen hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir.

SBY pun bereaksi.

25 Oktober 2016:

     SBY menggelar jumpa pers di Cikeas, Bogor: "TPF Munir ini ada yang bergeser, ada yang bernuansa politik. dan saya bukan orang baru di dunia begitu (politik). Hal itu biasa."

     "Jika SBY dianggap terlibat konspirasi pembunuhan Munir, come on... semua punya akal sehat, rakyat punya akal sehat."

     "Kasus Munir sudah terang benderang. Berkas TPF Munir juga sudah diserahkan ke Mensesneg untuk ditindak lanjuti.Sekarang bola kasus Munir ada di tangan Pak Jokowi." 

     "Kalau dianggap belum rampung, silakan aparat hukum yang sekarang menindak lanjuti."

Babak 3: Isu SBY Terlibat di Balik Rencana Aksi Demo 4 November 

     Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berencana berdemonstrasi di Jakarta menuntut penegak hukum untuk menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

     Sebelum demo terjadi, muncul desas-desus adanya laporan intelijen yang mengarah keterlibatan SBY di balik rencana aksi tersebut.

4 November 2016: Aksi berlangsung. Insiden terjadi. Aksi yang semula berlangsung damai berakhir ricuh. Sejumlah orang terluka.

5 November 2016 dini hari: Presiden Jokowi kemudian menggelar jumpa pers di Istana Merdeka. 

      "Kita menyesalkan kejadian ba'da Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi."
Dua hari sebelum aksi berlangsung, 2 November 2016:

    SBY menggelar jumpa pers di Cikeas menampik desas-desus laporan intelijen yang menuding keterlibatannya di balik rencana Demo 4 November,  "Intelijen harus akurat. Intelijen jangan ngawur. Saya kira bukan intelijen seperti itu yang harus hadir di negeri kita."  

"Bila ada pertemuan politik yang dilakukan orang yang berada di luar kekuasaan, jangan langsung dicurigai."

7 November 2016:

Ani Yudhoyono turun suara mengeluarkan statemen bantahan atas keterlibatan suaminya. 

      "Sepuluh tahun Pak SBY memimpin negara, tidak ada DNA keluarga kami berbuat yang tidak-tidak. Jadi kalau ada tuduhan kepada Pak SBY yang menggerakkan dan mendanai aksi damai 4 November lalu, itu bukan hanya fitnah yang keji, tetapi juga penghinaan yang luar biasa kepada Pak SBY."

Babak 4: Isu penyadapan Telepon SBY-Ma'ruf Amin 

      Isu itu berawal pada 31 Januari 2017, saat di dalam sidang, pengacara terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Ahok, bertanya kepada saksi ahli Ketum MUI Kiai Ma'rif Amin soal telepon dari SBY saat PBNU menerima kedatangan Agus Yudhoyono.
1 Februari 2017:

SBY menggelar jumpa pers di DPP PD, Jakarta:
     “Kalau memang pembicaraan saya kapanpun, kalau yang disebut kemarin pembicaraan saya dengan Pak Ma'ruf Amin itu disadap, ada rekamannya, ada transkripnya, maka saya berharap pihak kepolisian, pihak kejaksaan dan pihak pengadilan utntuk menegakkan hukum sesuai Undang-Undang ITE."

      “Kalau misalnya yang menyadap bukan Pak Ahok, mudah-mudahan tidak, maka menurut saya sama, hukum mesti ditegakkan. Saya bermohon Pak Jokowi presiden kita berkenan memberikan penjelasan, dari mana transkrip atau sadapan itu. Siapa yang menyadap, supaya jelas, yang kita cari kebenaran.”

Di hari yang sama, secara terpisah istana bereaksi. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengeluarkan pernyataan:
  ”Yang jelas bahwa tidak pernah ada permintaan atau instruksi penyadapan kepada beliau (SBY), karena ini bagian dari penghormatan presiden-presiden yang ada.

2 Februari 2017:
       Dalam pembukaan acara Forum Rektor Indonesia di Jakarta, Jokowi menyatakan menolak menanggapi permintaan mengusut dugaan penyadapan komunikasi yang diajukan SBY. Menurut Jokowi, permintaan SBY salah alamat. 

     "Kok, barangnya (isu rekaman penyadapan) dikirim ke saya. Itu isu pengadilan." 

Babak 5: Serangan Antasari Azhar

14 Februari 2017:
     Di kantor sementara Bareskrim di KKP, Jakarta Pusat, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar berbicara mengenai kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang membuatnya menjadi terpidana. Menurutnya, "SBY merupakan aktor di balik layar dalam rekayasa kasus itu. SBY yang memerintahkan pihak tertentu agar mengkriminalisasi saya."

      Masih di hari yang sama, SBY bereaksi dengan menggelar jumpa pers di rumahnya, Kuningan. Sebagaimana pernah dicuitkan dalam akun twitter sebelumnya, SBY menegaskan dalam pidatonya:
     "Saya harus mengatakan bahwa nampaknya grasi Presiden Jokowi ada muatan politiknya. Sepertinya, sepertinya ada misi untuk menyerang dan merusak nama saya, juga keluarga saya."

       "Serangan ini diluncurkan dan dilancarkan satu hari sebelum pemungutan suara sebelum pencoblosan pilkada DKI Jakarta."

Dan yang paling menohok Jokowi adalah satu kalimat ini:
      "Saya punya keyakinan saudara saudara, apa yang dilakukan Antasari tidak mungkin tanpa blessing dan restu dari kekuasaan. Para penguasa hati-hatilah, dalam menggunakan kekuasaan, jangan bermain api, terbakar nanti."

Maka Istana pun bereaksi atas pernyataan SBY.
     Melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi, di Istana Kepresidenan, tudingan SBY dibantah.

     "Pemberian grasi itu sudah melalui proses dan prosedur yang sesuai dengan aturan perundang-undangan."

     "Keputusan presiden untuk memberi grasi kepada Antasari itu berdasarkan saran atau masukan dari Mahkamah Agung. Jadi, tidak ada kaitannya sama sekali pemberian grasi itu dengan apa yang Pak Antasari lakukan secara pribadi."
    
     Lantas, akankah polemik drama kedua pemimpin itu segera berakhir dan tidak berlarut-larut? Ataukah justru akan semakin panas sehingga membakar panggung politik negeri ini?

     Memang, tak ada kawan dan lawan abadi dalam politik. Yang ada hanyalah kepentingan abadi. Tapi kita berharap, mestinya kepentingan publik, rakyat, bangsa dan negara tetaplah wajib diletakkan di atas segala kepentingan yang ada.

Salam...
El Jeffry


Thursday, February 9, 2017

Inilah 8 Penipuan Sains Paling Populer Di Dunia

     Di dunia ini, selalu saja ada orang yang menyalahgunakan kemampuan dan profesi entah dengan tujuan apa, tak terkecuali para ilmuwan. Ironis memang, seorang ilmuwan  seharusnya menjunjung tinggi metode ilmiah dalam mencari kebenaran.

Mereka semestinya menjadi penyuluh "obor" penerangan bagi peradaban, tapi ada segelintir dari mereka yang justru memadamkan dengan kebohongan dan penipuan. Berikut kami sajikan 8 Penipuan Sains Paling Populer Di Dunia.

1. Layangan Listrik Benjamin Franklin (1752)

    Pada 19 Oktober 1752, Pennsylvania Gazette mempublikasikan gambaran singkat dari eksperimen yang dilakukan Benjamin Franklin. Menurut berita tersebut, Franklin telah menerbangkan sebuah layang-layang dalam badai petir, menyebabkan listrik merambat melalui benang dan memuati sebuah kunci yang terikat di bawahnya.
Eksperimen ini untuk menunjukkan bahwa petir adalah sebuah bentuk dari listrik. Layang-layang listrik Franklin menjadi eksperimen paling terkenal di abad ke-18, menjadikan Franklin tersohor di Eropa dan AS.
Namun, beberapa ahli sejarah meyakini berita ini sebagai suatu kebohongan. Pasalnya, mereka kekurangan informasi rinci mengenai eksperimen tersebut.
Tidak diketahui secara pasti kapan eksperimen itu dilakukan. Franklin juga tak pernah menulis laporan resmi mengenai hal ini. Satu-satunya saksi mata anak laki-lakinya, namun tak pernah mengungkapkan kejadian penting tersebut. Apalagi eksperimen semacam ini sangatlah berbahaya, bahkan bisa berakibat fatal, Franklin sendiri mengetahui hal itu.

2. Turk, Robot Pecatur (1770)
Turk: Robot Pecatur

      Turk mekanis atau robot pecatur adalah mesin permainan catur yang dirancang dan ditemukan pada 1770 oleh Wolfgang von Kempelen seorang insinyur Hongaria. Mesin ini sepertinya mampu bermain catur melawan manusia.

    Selama hampir 84 tahun Turk mengelilingi Eropa dan Amerika Serikat untuk menunjukkan kemampuannya mengalahkan lawan-lawannya, tak kurang dari negarawan sekelas Napoleon Bonaparte dan Benjamin Frankin bertekuk lutut mengakui kehebatan pecatur robot ini.

    Kebohongan mulai terungkap pada 1820-an ketika Edgar Allan Poe berhasil membuktikan bahwa ada seorang master catur bertubuh kecil telah disembunyikan sebagai operator di dalam mesin catur tersebut.

3. Pohon Upas (1783)

     Sebuah berita dipublikasikan dalam London Magazine pd 1783 oleh seorang ahli bedah Belanda bernama Foersch. Ia menyebutkan keberadaan sebuah pohon di Pulau Jawa yg sangat beracun dan dapat membunuh apapun dalam radius 15 mil. Pada mulanya hanya sebuah legenda.

     Pada 1791 Erasmus Darwin menulisnya dalam catatan sebuah puisi, ”Ada sebuah pohon beracun di Pulau Jawa, lewat perantaraan udara telah memusnahkan desa tersebut. Dalam daerah 12 atau 14 mil permukaan tanah jadi gersang dan berbatu, di sana sini dipenuhi tengkorak manusia dan binatang.”

      Pohon upas memang ada di Indonesia. Walaupun tak berpotensi mematikan seperti disebutkan dalam legenda, getah pohon ini memang mengandung racun, oleh penduduk setempat digunakan sebagai senjata pada ujung anak panah.

4. Putri Duyung dari Fiji (1842) 


     Juli 1842, seorang berkebangsaan Inggris, Dr. J. Griffin, anggota British Lyceum of Natural History, tiba di Kota New York & membawa seekor ikan duyung yang diduga terdampar di Kepulauan Fiji, Pasifik Selatan.

    Dalam sebuah pertunjukan di American Museum, ikan duyung Fiji pun dipertontonkan, sosoknya jauh dari gambaran seorang wanita cantik, melainkan bangkai kering seekor kera berbadan ikan. Dari penelitian museum tersebut, ternyata ikan duyung Fiji hanya tipuan belaka. Itu sesungguhnya bangkai kera yang dibuat mummi dengan teknik taksidermi (ilmu mengeringkan bangkai binatang).

     Dengan cara dijahit kedua spesies itu disatukan membentuk putri duyung, dengan kera berikut kepalanya di bagian atas dan tubuh ikan sampai ekor di bagian bawah. Putri duyung Fiji dibuat sekitar tahun 1810 oleh nelayan Jepang untuk keperluan upacara keagamaan, sekaligus seni tradisional nelayan Jepang.

5. Raksasa dari Cardiff (1869)


     Pada Oktober 1869, mayat membatu setinggi 10 kaki berhasil digali dari sebuah lahan pertanian di Cardiff, New York. Raksasa Cardiff ini kemudian jadi berita besar, dikatakan sebagai penemuan geologis terbesar saat itu dan banyak dikunjungi warga Amerika Serikat, mereka rela membayar 25 sen untuk menyaksikan manusia raksasa tersebut.
     Namun pada awal tahun 1870, terungkap bahwa penemuan itu hanyalah tipuan. Raksasa Cardiff tak lebih dari sebuah patung hasil kreasi George Hull, terbuat dari bongkahan gipsum yang dibentuk menyerupai manusia setinggi 10 kaki dan dikubur di sebuah ladang di Cardiff, kemudian direkayasa agar ”ditemukan” oleh seorang pekerja.

6. Manusia Piltdown (1912)

      Pada tahun 1912 ketika Charles Dawson, seorang arkeolog amatir asal Inggris menemukan tulang kepala, gigi dan rahang di sebuah lubang penggalian di Piltdown, Sussex, Inggris. Tengkorak Manusia Piltdown ini tampak seperti setengah manusia dan setengah kera.

     Dawson mengklaim telah menemukan rantai yang hilang (missing link) antara manusia dan kera, dia menamai temuannya Eoanthropus dawsoni. 40 tahun kemudian para ilmuwan, lewat pengujian modern, dapat membuktikan bahwa tengkorak temuan Dawson umurnya hanya beberapa ratus tahun, dan tulang rahangnya dari orang utan, sementara giginya dari gajah dan kuda nil.


7. Archaeoraptor (1999)

     Archaeoraptor liaoningensis pertama kali dipublikasikan dlm majalah National Geographic 1999. Melalui sebuah artikel yang ditulis Christopher Sloan, fosil ini dinyatakan sebagai mata rantai yang hilang antara burung dan dinosaurus theropod, dan benar-benar bisa terbang.

   Sebelum National Geographic mempublikasikan, telah banyak yang meragukan keotentikan fosil ini. Tak pelak menjadi skandal ketika sebuah studi sains membuktikan fosil dari Cina ini ternyata palsu, karena dibentuk dari bagian-bagian fosil dengan spesies yang berbeda.

     Zonghe Zhou, seorang paleontolog Cina, menemukan kepala dan badan bagian atas milik spesimen fosil burung primitif Yanornis, bagian ekor milik Microraptor, sedangkan tungkai dan telapak kakinya milik hewan yang belum diketahui.

8. Hilangnya Gen Pirang (2002)

     Isu hilangnya gen rambut pirang secara periodik sebenarnya telah muncul sejak 1865. Lalu versi terbaru muncul lagi pada 2002, ketika BBC dan media lain melaporkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pakar menyatakan, orang yang berambut pirang akan punah pada tahun 2202.
 
     Klaim ini berdasarkan pada interpretasi sifat resesif dalam ilmu genetika. Namun WHO membantah lewat laporannya di The New York Times, lembaga ini tak memiliki pengetahuan tentang studi ini, kemudian WHO secara resmi mengkonfirmasi berita ini sebagai kebohongan.

Friday, January 27, 2017

MENEMBUS WAKTU 300 TAHUN DALAM SEHARI: Kisah Ashabul Kahfi Menurut Sains




Gua Ashabul Kahfi. Lokasi: Amman, Yordania
    Sebagai makhluk yang serba memiliki keterbatasan, ada suatu saat di mana manusia tak berdaya menghadapi situasi yang membuatnya menyerah. Inilah momen di mana hanya keajaiban yang diharapkan muncul sebagai solusi.

     Dalam terminologi Islam, merujuk pada kitab suci Al Quran, fenomena ini dikenal sebagai mukjizat (keajaiban). Ia turun sebagai bentuk pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba pilihanNya, yang beriman dan memiliki kedekatan denganNya, ketika berada dalam situasi kritis.

     Mukjizat atau keajaiban sendiri, dalam beberapa hal bersifat relatif, berkaitan dengan kemampuan daya nalar dan akal sehat (logika) yang berpijak pada ilmu-pengetahuan yang dinamis, berubah dan berkembang dari zaman ke zaman mengikuti gerak peradaban manusia.

     Suatu hal yang dianggap sebagai mukjizat di suatu masa, bisa menjadi hal yang lumrah dan logis di masa yang lain ketika logika dan pengetahuan manusia sudah mampu menjangkaunya.

     Ketika peradaban, sains dan teknologi mencapai puncaknya di era modern, manusia semakin sanggup menyingkap tabir berbagai kegelapan misteri di masa lalu.

     Dengan sains, satu persatu tersibak berbagai peristiwa yang semula dianggap tidak logis menjadi logis, sebagai fakta baru yang bisa diterima secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara akademis.

     Salah satu misteri di masa lalu yang dianggap tak logis sehingga berbaur antara dongeng, legenda dan fakta sejarah adalah kisah Ashabul Kahfi. Dalam perspektif Islam, kisah ini secara khusus diuraikan dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 9-26.

Gua Ashabul Kahfi bagian dalam
     Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah SWT yang oleh sebagian ahli sejarah, diperkirakan hidup di tengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim bernama Diqyanus, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as.

     Kisah dimulai ketika raja marah karena mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak mau menyembah berhala. Mereka adalah ahli tauhid yang hanya beriman kepada Allah SWT dan mau menyembah hanya kepadaNya semata.

     Kemudian sang raja memanggil dan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Namun sekelompok pemuda itu menolak perintah raja tersebut dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh.

     Mereka pun berdoa kepada Allah memohon pertolongan agar diselamatkan akidah mereka dari kezaliman sang raja. Lalu Allah menjawab doa mereka dengan menuntun mereka untuk lari dan bersembunyi di dalam sebuah gua.

     Di sinilah keajaiban (mukjizat) terjadi. Ketika salah satu dari mereka keluar setelah sehari lamanya bersembunyi untuk membeli makanan di kota, mereka mendapati zaman telah berubah total dengan raja baru yang beriman dan memegang akidah tauhid.

     Tanpa disadari oleh mereka ternyata waktu telah berlalu selama ratusan tahun. Padahal mereka merasa tinggal di gua persembunyian itu hanya sehari saja. Sementara bagi dunia luar gua, mereka menjadi legenda hidup sebagai manusia gua selama ratusan tahun.

     Dalam kajian ilmiah, sekelompok pemuda penghuni gua yang lebih dikenal sebagai Ashabul Kahfi ini diyakini telah melakukan perjalanan menembus waktu, menempuh masa 300 tahun hanya dalam tempo sehari (309 tahun menurut kalender Hijriyah).

     Sains modern mengungkapkan, bahwa perjalanan menembus waktu, secara teoretis adalah memungkinkan. Berdasarkan teori relativitas Einstein, jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka ia akan mengalami dilatasi (perlambatan) waktu dan kontraksi panjang.

     Jika pergerakan terjadi dengan mendekati kecepatan cahaya, maka  panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda akan mendekati nol. Fenomena inilah yang dialami oleh Ashabul Kahfi.

     Mereka bergerak (digerakkan) bolak-balik ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan cahaya. Mereka mengalami kontraksi panjang ketika bergerak dengan arah  berlawanan, lalu “berhenti sesaat” sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnya akan kembali seperti semula.

     Karena gerakan bolak-balik mereka berkecepatan cahaya, maka mereka tidak dapat diikuti oleh penglihatan normal, lebih terlihat sebagai sosok manusia yang sedang berdiam (terbaring diam), tiba-tiba mengecil, menghilang, muncul lagi membesar lagi seperti semula. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi orang yang melihat pemandangan ini.

 وَتَحۡسَبُهُمۡ أَيۡقَاظٗا وَهُمۡ رُقُودٞۚ وَنُقَلِّبُهُمۡ ذَاتَ ٱلۡيَمِينِ وَذَاتَ ٱلشِّمَالِۖ وَكَلۡبُهُم بَٰسِطٞ ذِرَاعَيۡهِ بِٱلۡوَصِيدِۚ لَوِ ٱطَّلَعۡتَ عَلَيۡهِمۡ لَوَلَّيۡتَ مِنۡهُمۡ فِرَارٗا وَلَمُلِئۡتَ مِنۡهُمۡ رُعۡبٗا ١٨

"Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur. Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka."  (QS AlKahfi:18)

     Mengenai pendengaran mereka, menurut fisika modern, bunyi ditimbulkan dari suatu benda yang bergetar atau bergerak dan getaran benda itu merambat melalui udara. Jika dalam kekuatan besar dapat menggetarkan udara maupun benda-benda fisik disekitarnya atau pada obyek yang sedang mengalami gaya putar dahsyat.

     Selanjutnya udara tersebut menggetarkan selaput telinga, gendang telinga yang frekuensi getarannya sama dengan getaran frekuensi getaran benda, menjadikan bunyi bisa terdengar.

Pesawat Supersonic. Efek suaranya meledak-ledak dahsyat

     Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan suara, maka akan terjadi patahan gelombang suara (supersonic fracture) yang menimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan dapat mengakibatkan pecahnya kaca dan bangunan sekitarnya. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang membuat efek suara meledak-ledak dahsyat.

     Mengenai dilatasi waktu, dijelaskan bahwa sebuah benda hidup yang mengalami atau memasuki gaya perputaran dengan kecepatan cahaya, akan mengakibatkan terhenti segala aktifitas biologisnya, termasuk pendengarannya.

فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدٗا ١١


"Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu"  (QS Al Kahfi: 11)

     Ia juga mengalami gaya nol grafitasi yang akan “me-nonaktifkan”aliran darah, syaraf dan metabolisme tubuh, sehingga menjadi bersifat beku (freeze) atau awet (constan), namun tetap hidup. Keadaan itulah yang membuat Ashabul Kahfi bertahan tetap hidup selama ratusam tahun.

      Lalu ketika masa gaya putarnya terhenti membuat kesadaran mereka kembali, namun mereka tak menyadari bahwa “diam”nya mereka ternyata telah berlangsung begitu lama. Dengan kehendak Allah SWT, mereka telah menembus waktu 300 tahun dalam tempo sehari.

Salam...